pgcc foreign ministersRiyadh, LiputanIslam.com — Saudi Arabia mengancam akan memblokade wilayah laut dan darat Qatar, di tengah-tengah hubungan kedua negara yang semakin panas terkait hubungan Qatar dengan Ikhwanul Muslimin dan peran media milik Qatar Al Jazeera.

Menurut laporan yang dipublikasikan oleh situs berita Huffington Post, ancaman tersebut disampaikan dalam pertemuan menteri-menteri luar negeri negara anggota Persian Gulf Cooperation Council (PGCC) di Riyadh minggu lalu. Sebagaimana diketahui, setelah pertemuan tersebut ketiga negara anggota PGCC, Saudi Arabia, United Arab Emirates dan Bahrain menarik duta-duta besarnya di Qatar.

Menlu Saudi Saud al-Faisal dilaporkan mengatakan, hanya bila Qatar bersedia memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, menutup al-Jazeera dan mengusir 2 lembaga kajian Amerika di Qatar, maka Qatar akan bisa dimaafkan.

Qatar disebut-sebut tidak terlalu serius menanggapi ancaman blokade laut Saudi, namun Saudi dengan mudah dapat menutup wilayah daratannya.

Pada tgl 7 Maret, Saudi Arabia memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris bersama beberapa organisasi lain. Dengan ketetapan tersebut maka anggota dan pendukung kelompok ini dapat dipenjara hingga 30 tahun. Keputusan tersebut menyusul keputusan serupa oleh Mesir akhir tahun lalu.

Mesir menduduh Ikhwanul Muslimin bertanggungjawab atas aksi-aksi kekerasan terhadap markas polisi di Mansoura, Desember 2013, yang menewaskan 15 orang.

Menyusul Saudi, Uni Emirat Arab menetapkan Ikhanul Muslimin sebagai organisasi teroris pada tgl 8 Maret.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL