ebola in usaNew York, LiputanIslam.com — Seorang kameraman freelance AS yang bertugas di Liberia dipastikan tertular virus ebola dan kini tengah menjalani perawatan di AS.

Pekerja media berusia 33 tahun ini telah bekerja di Liberia selama 3 tahun untuk beberapa kantor berita, terakhir NBC News. Demikian laporan BBC News, Jumat (3/10). Kabar ini menyusul ditemukannya warga Liberia yang membawa virus ebola di Texas, hari Selasa (30/9) lalu.

Lebih dari 3.330 orang tewas akibat virus ebola di Afrika barat sejak bulan Februari lalu dan Liberia adalah negara yang paling parah terkena dampak wabah tersebut.

Kameraman yang tidak disebutkan identitasnya itu menjadi warga Amerika ke-empat yang positif tertular virus ebola. Sebelumnya 3 pekerja kesehatan yang juga tertular ebola di Liberia telah menjalani pengobatan dan dinyatakan sembuh setelah mendapatkan pengobatan vaksin buatan ZMapp.

Saat ini kameramen tersebut masih bekerja untuk NBC. Setelah melapor ke kantornya di Liberia hari Selasa (30/9), ia mengalami demam dan batuk-batuk keesokan harinya. Setelah menjalani pemeriksaan, ia pun dinyatakan positif tertular virus ebola.

“Kami melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk memberikan perawatan terbaik. Ia akan diterbangkan ke Amerika untuk menjalani perawatan di rumah sakit yang dilengkapi peralatan untuk menangani ebola,” kata Presiden NBC News, Deborah Turness, dalam pernyataan pers, Kamis (2/10).

Turness menambahkan seluruh staff lainnya, termasuk kepala editor kesehatan, Dr Nancy Snyderman, akan diterbangkan dengan pesawat khusus ke AS dan menjalani karantina selama 21 hari.

Sementara itu sekitar 100 orang di Texas harus menjalani pengecekan kesehatan untuk mengetahui kemungkinan tertular virus ebola oleh Thomas Eric Duncan, seorang warga negara Liberia yang dipastikan mengidap virus ebola di Dallas. Ia terbang ke AS 2 minggu yang lalu untuk menemui kerabatnya sebelum akhirnya menunjukkan tanda-tanda mengidap virus.

Walikota Dallas, Mike Rawlings, hari Kamis (2/10) menelepon Presiden Barack Obama menagih janji Obama untuk mencegah penyebaran virus ebola di Amerika.

Jubir pemerintahan Liberia, Isaac Jackson, menyebut  Duncan telah berbohong ketika menjalani proses administrasi sebelum terbang ke AS. Olah karena itu  ia akan dituntut secara hukum.

Yayasan perlindungan anak global “Save The Children” menyebut tingkat penyebaran virus ebola sebagai “tingkat yang menakutkan” dengan tingkat penularan 5 kasus per-jam di Sierra Leone.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL