metneri wanita jepangTokyo, LiputanIslam.com — Hanya berselang beberapa jam setelah pengunduran diri Menperindag Yuko Obuchi, Menteri Kehakiman Midori Matsushima mengundurkan diri di tengah kasus hukum yang menjerat dirinya setelah kelompok oposisi menuduhnya melakukan pelanggaran pemilihan umum.

Yuko Obuchi dan Midori Matsushima adalah 2 dari 5 wanita yang diangkat sebagai menteri dalam reshuffle kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe bulan lalu. Abe sebelumnya mengumumkan akan meningkatkan proporsi menteri wanita dalam kabinetnya, dan pengunduran diri kedua menteri wanita itu menjadi tamparan dari kebijakan populis tersebut.

Sebagaimana laporan BBC News, Midori Matsushima mengajukan pengunduran dirinya Senin (20/10), beberapa jam setelah langkah serupa yang dilakukan Yuko Obuchi yang menjadi sorotan publik setelah muncul kabar tentang penggelapan dana kampanye olehnya. (Berita selengkapnya di sini)

Matsushima dituduh telah melakukan pelanggaran dalam pemilihan umum beberapa waktu lalu, dan kelompok oposisi dikabarkan telah melakukan langkah hukum atas kasus ini.

Menanggapi pengunduran diri 2 menteri wanita itu, Shinzo Abe mengatakan bahwa dirinya bertanggungjawab atas penunjukan mereka sebagai menteri, dan mereka akan digantikan oleh pejabat baru dalam waktu satu hari.

Obuchi (40 tahun) adalah wanita yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Abe mendatang. Namun minggu lalu publik Jepang dikejutkan dengan kabar tentang penyalahgunaan dana kampanye yang dilakukan Obuchi.

Obuchi menolak tuduhan itu, namun dalam pernyataan pers setelah pengunduran dirinya, ia mengatakan, “Kita tidak bisa membiarkan kebijakan ekonomi dan energi terhambat, karena masalah-masalah saya.”

Obuchi pun menyatakan permintaan ma’afnya karena kegagalan mewujudkan tujuan-tujuan pemerintahan Abe, termasuk pemulihan ekonomi dan “masyarakat yang dipenuhi oleh wanita-wanita yang cemerlang”.

BBC melaporkan bahwa masalah yang dihadapi oleh Shinzo Abe terkait menteri-menteri wanitanya tampaknya belum akan berakhir meski kedua menteri tersebut telah mengundurkan diri. Seorang menteri wanita lainnya,
Eriko Yamatani, menteri urusan Korea Utara, tertangkap kamera tengah bersama anggota-anggota kelompok ultranasionalis yang dikenal rasialis dengan sikap anti-Korea dan anti-warga keturunan Korea.

Periode pertama pemerintahan Abe tahun 2006 sampai 2007 juga dipenuhi dengan skandal yang melibatkan menteri-menterinya hingga memaksanya mengundurkan diri setelah baru memerintah selama setahun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL