Riyadh, LiputanIslam.com–Jurnalis dan penulis Saudi, Turki Bin Abdul Aziz Al-Jasser, meninggal dunia setelah mengalami penyiksaan di penjara. Demikian laporan terbaru dari New Khaleej.

Menurut sumber, Al-Jasser ditangkap dan disiksa sampai mati setelah pihak berwenang Saudi menuduhnya mengelola akun Twitter Kashkool, yang mengungkapkan pelanggaran hak yang dilakukan oleh pemerintah Saudi.

Otoritas Saudi diketahui menempatkan mata-mata di kantor Twitter di Dubai untuk mengidentifikasi Al-Jaseer.

Operasi semacam ini merupakan bagian dari gerakan “Saudi Cyber Army,” yang didirikan oleh Saud Al-Qahtani, mantan asisten Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dalam sebuah tweet, Al-Qahtani mengatakan bahwa nama-nama palsu di Twitter tidak akan melindungi orang-orang di belakang akun itu dari pihak berwenang Saudi.

Menurut laporan New York Times pada 21 Oktober lalu, pemerintah Arab Saudi memang diduga memiliki “tentara troll Twitter” yang menargetkan para pengkritik seperti Jamal Khashoggi.

Namun, tak seperti kasus Khashoggi, media dan komunitas internasional tidak memberikan respon besar terhadap kematian Al-Jasser.

Menurut analisis dari southfront.org, kasus Khashoggi mendapat respon yang luas karena pembunuhannya terjadi di negara lain di luar Arab Saudi.

“Turki membuat kasus itu menjadi skandal internasional. Jika itu terjadi di dalam Arab Saudi [seperti Al-Jasser]…, meragukan jika itu akan menarik perhatian media,” demikian ditulis southfront.org. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*