rosetta_wake-up_signal_cheer_fullwidthBerlin, LiputanIslam.com — Misi ambisius pendaratan robot di permukaan komet akhirnya berhasil dilakukan, Rabu (12/11). Hal ini sekaligus mengakhiri penantian selama 11 tahun ketika peluncuran satelit pemburu komet Rosetta dilakukan tahun 2003.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, satelit Rosetta berhasil mendaratkan robot bernama Philae di permukaan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko.

Atas keberhasilan itu Direktur European Space Agency (ESA) menyebutnya sebagai “langkah besar peradaban manusia”.

Namun status robot itu masih belum diketahui setelah diketahui pendaratan  tidak berlangsung mulus dan dikhawatirkan robot itu mengalami kerusakan. Menejer Pendaratan Stephan Ulamec menyebutkan, robot Philae kemungkinan telah terpental sebelum jatuh kembali ke permukaan komet.

“Mungkin kita telah melakukana tidak hanya sekali, namun dua kali pendaratan,” kata Ulamec.

Analisis lebih jauh masih diperlukan untuk menentukan status robot itu. Namun Ulamec mengatakan kepada BBC bahwa setidaknya kontrak radio dengan robot itu masih berfungsi dan ia masih percaya, robot itu masih dalam kondisi baik.

“Ini baru indikasi. Kita masih harus menunggu hingga besok dan kita akan mengetahui lebih banyak lagi,” ujarnya.

Setelah robot mendarat dan sinyal radio berhasil diterima, staff dan pimpinan di pusat kendali ESA di Darmstadt pun berteriak dan saling berangkulan. Pendaratan berlangsung pada pukul 16.05 GMT atau Rabu petang WIB.

“Ini adalah hari yang luar biasa, tidak saya buat ESA namun juga bagi dunia,” kata Direktur ESA Jean-Jacques Dordain menyusul keberhasilan itu.

Misi perburuan komet oleh ESA dimulai tahun 2003 ketika satelit Rosetta diluncurkan dengan roket Ariane 5. Saat itu sasaran pendaratan adalah komet 46P/Wirtanen. Namun karena masalah komunikasi, pendaratan pun dibatalkan.

Setelah perbaikan berhasil dilakukan dan menunggu sasaran berikutnya selama bertahun-tahun, akhirnya pada bulan Agustus lalu satelit Rosetta menemukan sasaran baru, yaitu komet 67P yang berukuran lebih besar dari komet sebelumnya, yaitu sekitar 4 km lebarnya.

Untuk menuntaskan misinya itu, satelit Rosetta setidaknya harus melalui 3 sistem orbit yang sangat rumit, yaitu orbit bumi, mars dan orbit komet itu sendiri. Secara keseluruhan satelit Rosetta telah menempuh perjalanan sejauh 6 miliar km. Namun tidak seluruh jarak itu ditempuh dengan menggunakan roket, melainkan dengan memanfaatkan sistem orbit bumi dan mars. Adapun sumber daya untuk peralatan elektroniknya menggunakan panel surya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL