Ebola-medicMonrovia, LiputanIslam.com — Menyambut tahun baru pemerintah Liberia mencabut jam malam yang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus ebola, demi memudahkan warga untuk beribadah ke gereja-gereja.

Meskipun demikian, sebagaimana dilaporkan BBC News, pemerintah menghimbau warga untuk menghindari acara kumpul-kumpul dan saling kontak dengan orang lain.

Otoritas kesehatan tidak berkomentar tentang kebijakan pemerintah itu namun mengingatkan warga atas bahaya yang timbul dari kegiatan-kegiatan hura-hura.

Sebelumnya pemerintah Liberia berharap hari Natal lalu negara yang mayoritas warganya beragama Kristen itu telah bebas dari bahaya virus ebola, namun virus masih terus menelan korban jiwa.

Setidaknya virus ini telah menelan korban hingga 8.000 orang, sebagian besar di negara-negara Afrika Barat seperti Sierra Leone, Liberia dan Guinea.

Namun pencatan jam malam itu hanya berlaku selama tahun baru dan setelah itu tetap diberlakukan kembali. Demikian keterangan Deputi Menteri Penerangan Isaac Jackson kepada BBC, Rabu (31/12) petang.

Sementara itu WHO mengingatkan warga untuk tetap “menjaga jarak” dengan orang lain untuk mencegah penularan virus. Demikian Reuters melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*