Washington, LiputanIslam.com—Dua senator dari Amerika Serikat, Lindsey Graham dan Ted Cruz, baru-baru ini mengajukan undang-undang pemotongan dana AS untuk PBB pasca pengeluaran resolusi anti pemukiman ilegal Israel. Sehari setelahnya, Samantha Power, duta AS untuk PBB memperingatkan bahwa pemotongan dana kepada PBB akan sangat merugikan kepentingan AS.

“Kita mengatur dunia melalui kepemimpinan (superioritas) kita di PBB,” kata Power pada Jumat (13/01/2017). Ia menambahkan, negara-negara seperti Rusia dan Cina akan berguna “jika AS mengurangi kepimimpinan di PBB.”

“AS memerlukan PBB, [karena] PBB melakukan hal-hal yang tidak mau dilakukan AS,” katanya Power, merujuk ke misi-misi perdamaian di Afrika.

Undang-undang yang diajukan Graham dan Cruz itu disebut dengan Safeguard Israel Act, di mana AS akan memotong dana kepada PBB sampai presiden AS mengkonfirmasikan penolakan terhadap Resolusi Dewan Keamanan Resolution 2334 yang menganggap pemukiman Israel adalah bentuk penyelewengan hukum internasional.

Pemerintah AS sudah sering memveto hal-hal seperti itu di masa lalu, namun kali ini di bawah kepemimpinan Obama, mereka abstain dalam voting dan membiarkan resolusi tersebut diterapkan.

Cruz mengatakan Presiden Barack Obama telah “mengkhianati dukungan AS kepada Israel” karena langkah abstain tersebut. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL