grad.siMoskow, LiputanIslam.com — Militer Rusia menggelar latihan perang artileri besar-besaran di Distrik Militer Selatan yang berbatasan dengan Ukraina, melibatkan 8.500 personil militer dan sejumlah besar senjata modern. Latihan ini bersamaan dengan latihan perang yang dilakukan Satuan Khusus Lintas Udara Rusia di tempat terpisah.

Unit-unit artileri digelar dalam 10 area sebagai bagian dalam latihan tersebut. Unit-unit artileri itu mendemonstrasikan keahliannya dan melakukan lebih dari 50 manuver lapangan.

“Latihan ini melibatkan 8.500 personil artileri dan sejumlah besar sistem artileri roket, senjata-senjata artileri spesial termasuk peluncur-peluncur roket Grad-M, Uragan dan Smersh. Senjata howitzer otomatis Msta-S 152-mm, sistem artileri Nona dan meriam anti-tank Rapira 100-mm.

Sebagian latih tersebut dilakukan di malam hari dan ditekankan untuk meningkatkan kerjasama antara unit-unit artileri, satuan-satuan kendaraan militer, tank-tank, pasukan payung dan pasukan amphibi. Demikian keterangan militer Rusia.

Pada saat yang sama pasukan khusus lintas udara melakukan latihan perang besar-besaran di wilayah selatan dan barat Rusia. Pada hari Kamis (13/3), sebenyak 1.500 pasukan payung diterjunkan ke kawasan Rostov. Sebanyak 36 pesawat pengangkut dan 500 kendaraan pengangkuat terlibat dalam latihan ini yang akan berakhir hingga Jumat (14/3).

Latihan Perang Nato

Di sisi lain NATO menggelar latihan udara di wilayah yang berdekatan dengan Ukraina di Polandia. Latihan dimulai hari Selasa (11/3) di pangkalan udara Lask di Polandia tengah.

Presiden Polandia Bronislaw Komorowski secara jelas menyebut perkembangan di Ukraina sebagai alasan dilakukannya latihan tersebut.

“Saya berhadap peristiwa-peristiwa di perbatasan timur (Ukraina), yang juga perbatasan NATO, akan mendorong langkah-langkah tegas terkait keamanan Polandia,” kata Komorowski kepada media Eropa.

Keputusan Amerika menggelar pesawat-pesawat tempurnya di Polandia dan terlibat dalam latihan terjadi setelah adanya pembicaraan telepon antara Menhan Amerika Chuck Hagel dan Menhan Polandia Tomasz Siemoniak, hari Minggu (9/3), meski Amerika membantah dengan menyebut latihan tersebut telah direncanakan lama dan tidak ada kaitan dengan krisis Ukraina.(CA/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL