kerry_netanyahuWashington, DC., liputanislam.com — Saling kecam kembali antara para pejabat Amerika dengan Israel terkait masalah perdamaian Palestina-Israel yang tidak juga menemukan titik terang. Meski adalah sekutu terdekat, para pejabat Amerika sering “kehilangan akal” dengan Israel yang selalu menghindari penyelesaian damai dengan Palestina.

“Anda lihat, bagi Israel terdapat kampanye delegitimasi yang terus meningkat. Masyarakat sangat sensitif tentang hal ini (perdamaian). Ada pembicaraan-pembicaraan tentang boikot (Israel) dan sejenisnya,” kata Menlu Amerika John Kerry dalam pertemuan Munich Security Conference, hari Sabtu (1/2). Pernyataan tersebut disampaikan Kerry menanggapi Israel yang tetap mengabaikan seruan Amerika dan negara masyarakat internasional untuk menghentikan pembangunan pemukiman-pemukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.

Menanggapi pernyataan John Kerry tersebut, PM Israel menyebutnya sebagai “tidak bermoral” dan “tidak bisa diterima”.

“Tidak ada tekanan yang dapat memaksa saya untuk menyerahkan kepentingan negara Israel, di atas semuanya keamanan warga Israel,” kata Netanyahu menanggapi kecaman John Kerry di Jerman.

Beberapa pejabat Israel bahkan menyebut kecaman John Kerry terhadap Israel sebagai bentuk anti-semitisme. Tuduhan anti-semitisme merupakan tuduhan yang sangat serius bagi setiap pejabat publik di negara-negara barat karena berarti juga sebagai ancaman keamanan  karier mereka. Tidak heran jika kemenlu Amerika langsung memberikan pernyataan untuk menyelamatkan karier John Kerry. Dalam pernyataan pers yang digelar hari sehari kemudian, Minggu (2/2), jubir kemenlu Amerika Jen Psaki mengatakan bahwa Kerry tidak pernah bermaksud mendorong terjadinya aksi boikot terhadap Israel.

“Menteri John Kerry memiliki catatan membanggakan selama 3 dekade sebagai pendukung Israel, termasuk menentang aksi-aksi boikot (terhadap Israel),” kata Psaki.

Selain mengecam Israel, Kerry juga melakukan aksi yang dianggap kurang bersahabat bagi Israel ketika mengikuti pertemuan Munich Security Conferencedi di Jerman, yaitu mengadakan pertemuan dengan menlu Iran.

Psaki meminta Israel untuk menilai Kerry lebih akurat, terutama terkait dengan aksi-aksinya sebagai pendukung Israel selama ini.

Sementara itu tuntutan pemberian sanksi terhadap Israel kini tengah mengemuka di dalam organisasi Uni Eropa karena langkah Israel yang terus melakukan pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Palestina. Selain itu gerakan boikot Israel juga terus berkembang akhir-akhir ini. Pada bulan Desember 2013 American Studies Association (ASA) yang merupakan organisasi para profesor Amerika, mengeluarkan seruan boikot terhadap universitas-universitas Israel.

Sebelumnya pada bulan April 2013, organisasi yang lebih kecil, Association for Asian American Studies juga menyerukan boikot terhadap Israel. Sementara itu baru saja pada bulan Januari 2014 Assembly of the Modern Language Association’s Delegate of America (MLA) juga menyetujui pernyataan yang mengkritik Israel yang dianggap tidak memberikan kebebasan akademik. Organisasi ini menyerukan pemerintah Amerika untuk menentang Israel yang melakukan pembatasan kunjungan bagi akademisi Amerika yang hendak melakukan penelitian atau mengajar di universitas-universitas Palestina.

Di Eropa, sentimen anti-Israel bahkan telah sampai pada tahap pembekuan hubungan bisnis oleh perusahaan-perusahaan swasta terhadap pemerintah maupun perusahaan-perusahaan Israel, hal yang sampai saat ini masih sulit dilakukan Amerika mengingat kuatnya lobi-lobi Israel di negara ini.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL