347067_UN-SyriaSaling cerca mewarnai hari pertama konperensi Genewa II hari Rabu (22/1) di kota kecil Montreux di pinggir Danau Genewa. Menlu Suriah Walid Muallem yang menjadi ketua delegasi pemerintah Suriah menuduh delegasi oposisi sebagai “pengkhianat” dan “agen asing”. Muallem juga mengecam wakil dari negara-negara pendukung pemberontak. Di sisi lain delegasi oposisi menuduh pemerintah Suriah sebagai pembohong.

“Mereka mengklaim sebagai wakil rakyat Suriah. Jika Anda ingin berbicara sebagai wakil rakyat Suriah Anda tidak boleh menjadi pengkhianat rakyat Suriah, agen bayaran dari musuh-musuh rakyat Suriah,” kata Muallem kepada delegasi oposisi.

“Harapan rakyat Suriah digantungkan kepada saya dan delegasi pemerintah Suriah. Hari ini adalah saatnya kebenaran terbuka, yang selama ini ditelan oleh gencarnya kampanye palsu,” kata Muallem lagi.

Tentang delegasi negara-negara pendukung oposisi, Muallem mengatakan, “Adalah sangat disayangkan oleh saya dan seluruh rakyat Suriah bahwa wakil dari negara-negara pendukung pemberontak duduk bersama di ruang ini sementara darah rakyat Suriah masih membasahi tangan mereka, negara-negara yang telah mengirimkan senjata, mendorong dan membiayai para teroris!”

Tidak ayal Sekjen PBB Ban Ki Moon, sosok yang dianggap cenderung pada kepentingan Amerika dengan tindakannya membatalkan undangan terhadap Iran dan yang dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai tuan rumah, menginterupsi pidato Muallem hingga tiga kali dan memintanya untuk menyingkatkan pidato.

Panas oleh kecaman Muallem, pemimpin delegasi oposisi dari kelompok Syrian National Coalition, Ahmed Jarba balik menuduh regim Suriah sebagai telah “merekayasa berita dan melakukan kampanye tipudaya”. Ia membela langkah oposisi untuk mengangkat senjata dan mengklaim hal itu sebagai keterpaksaan. Di sisi lain ia juga menduduh pemerintah telah regim Suriah sebagai pendukung terorisme dengan menciptakan kelompok teroris Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL).

“FSA (militer pemberontak) berperang melawan para teroris asing yang dibawa oleh al-Assad ke dalam negeri,” tambah Jarba.

Tuduhan Jarba tersebut tentu sangat mengada-ada mengingat pada awalnya FSA dan ISIL serta kelompok-kelompok teroris terkait Al Qaida saling bahu-membahu melawan pasukan pemerintah. Namun setelah terjadi perselisihan di antara mereka sendiri, Jarba menuduh ISIL sebagai “bentukan pemerintah”. Padahal faktanya peperangan antara ISIL dan militer pemerintah adalah peperangan yang paling hebat selama terjadinya konflik Suriah. Jarba juga melakukan tuduhan yang keliru terhadap pemerintah dengan menuduhnya telah melanggar kesepakatan perundingan Genewa I tentang pembentukan pemerintahan sementara yang ditafsirkannya sebagai pengunduran diri Bashar al Assad dari jabatan presiden. Padahal dalam teks hasil perundingan Genewa I sama sekali tidak disebutkan kewajiban Assad untuk mengundurkan diri.

Amerika adalah salah satu pihak yang kepanasan mendengar pidato Muallem. Jubir kemenlu Amerika Jen Psaki menyebut pidato Muallem sebagai “hal yang menimbulkan kebakaran”.

Konperensi dimulai dengan pidato Sekjen PBB Ban Ki Moon yang disusul oleh pidato Menlu Amerika dan Rusia. Pada hari Jumat (24/1) dijadwalkan dilakukan pertemuan langsung antara delegasi pemerintah dengan oposisi.(CA/AFP/Reuters, Al-Akhbar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL