reklamasi vietnamHanoi, LiputanIslam.com — Diam-diam Vietnam juga menjalankan dua proyek reklamasi besar di wilayah sengketa Laut Cina Selatan, meski skala dan kecepatannya masih belum menandingi pekerjaan sama yang dilakukan Cina.

Hal ini diketahui dari foto satelit sebagaimana dinyatakan Center for Strategic and International Studies (CSIS), di Washington, Kamis (7/5) dan dilansir Antara, Jumat petang (8/5).

Foto-foto itu menunjukkan ada perluasan pulau di wilayah West London Reef, Kepulauan Spratly, dengan beberapa bangunan di atasnya.

Mira Rapp-Hooper dari CSIS mengatakan bahwa proyek yang dijalankan dijalankan Vietnam itu mencakup pembangunan instalasi militer dan diduga telah dimulai sebelum Cina melakukan reklamasi di Kepulauan Spratly pada tahun lalu.

Foto-foto yang diproduksi oleh perusahaan DigitalGlobe itu diambil antara 2010 sampai 30 April tahun ini.

“Dalam satu tempat, Vietnam telah membangun pulau besar baru yang sebelumnya masih berada di bawah permukaan air. Sementara di tempat kedua, mereka menggunakan teknik reklamasi untuk memperluas pulau yang sudah ada,” kata Rapp-Hooper.

Pemerintah Vietnam tidak menanggapi temuan baru CSIS itu dan menyatakan Vietnam mempunyai hak legal dan bukti sejarah yang cukup untuk mengklaim kepemilikan atas sebagian Kepulauan Spratly.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengatakan, Vietnam, Filipina, dan sejumla negara lain telah menjalankan proyek reklamasi di atas wilayah laut yang dimiliki Cina.

“Kami sangat prihatin dan dengan tegas menentang aktivitas ilegal ini. Kami meminta negara-negara terkait untuk menghentikan aktivitas yang mencederai kedaulatan dan hak Cina itu,” kata Hua kepada sejumlah wartawan.

Sebelumnya, proyek reklamasi besar-besaran Cina di atas wilayah sengketa telah memicu reaksi keras dari sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara dan juga Amerika Serikat. Pembangunan pulau baru–yang diduga bertujuan militer–tersebut dinilai mengancam kebebasan berlayar di area lalu-lintas perdagangan bernilai lima trilyun dolar AS setiap tahun.

Sebagaimana diketahui Beijing mengklaim 90 persen wilayah Laut Cina Selatan yang diduga mempunyai kandungan energi besar. Negara tersebut kini tengah bersengketa dengan Vietnam, Filipina, Brunei, dan Malaysia.

“Foto-foto ini memang menunjukkan bahwa tuduhan Cina benar. Namun di sisi lain, proyek sama yang dijalankan Cina di wilayah sengketa jauh lebih besar dari Vietnam,” kata Rapp-Hooper.

Menurut ketarangan Rapp-Hooper, Vietnam telah mereklamasi sekitar 65.000 meter persegi tanah di West London Reef dan 21.000 meter persegi di San Cay.

Angka tersebut jauh lebih kecil dari reklamasi yang dilakukan Cina, yaitu 900.000 meter persegi di kawasan Fiery Cross yang juga berada di area Kepulauan Spratly.

Lebih dari itu, Rapp-Hooper mengatakan bahwa sejak Maret 2014, Cina telah mereklamasi di tujuh tempat yang tersebar di Kepulauan Spratly.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL