mahasiswa hongkongHongkong, LiputanIslam.com — Saham-saham yang diperdagangkan di bursa-bursa saham Asia mengalami kerugian selama 4 hari berturut-turut menyusul terjadinya aksi-aksi protes di Hongkong yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu (1/10), indeks saham Asia Pasifik MSCI di bursa saham Tokyo mengalami penurunan 0.4%, hari Selasa (30/9). Sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hongkong ditutup menurun 1,3% pada hari yang sama, menyusul penurunan sebesar 1,9% sehari sebelumnya.

Ryan Huang, seorang analis saham dari IG Markets mengatakan kepada BBC bahwa situasi perdagangan saham masih “bisa ditanggung”.

“Kepercayaan yang populer di pasar saham bahwa bulan September adalah bulan yang buruk untuk investasi, terdengar nyata saat ini, khususnya dengan kasus yang terjadi dengan indeks Hang Seng,” kata Huang.

“Dengan Hari Nasional Cina yang dimulai 1 Ocktober, ada keyakinan bahwa aksi-aksi protes akan menjauhkan turis-turis dari Hong Kong. Saham-saham sektor keuangan, retail dan industri wisata mengalami kerugian sejauh ini,” tambahnya.

Namun hal positif muncul dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis Cina yang berada pada titik 51,1 pada bulan September. Angka di atas 50 berarti terjadi pertumbuhan ekonomi, sementara di bawahnya menunjukkan kontraksi ekonomi.

“Hari ini PMI menunjukkan bahwa kondisinya lebih baik daripada yang diperkirakan, permintaan domestik tetap stabil,” kata Julian Evans-Pritchard, analis ekonom Cina di Capital Economics.

Bursa Saham Cina dan Hongkong ditutup karena Hari Nasional Cina tanggal 1 Oktober.

Sementara itu aksi-aksi demonstrasi di Hongkong tidak menunjukkan tanda-tanda mereka. Ribuan demonstran masih menduduki kawasan-kawasan bisnis Hongkong selama 6 hari terakhir. Mereka menuntut Kepala Eksekutif Leung Chun-ying (CY Leung) untuk mundur dan diselenggarakannya pemilu langsung di Hongkong.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL