satelit rusiaMoskow, LiputanIslam.com — Rusia tengah melakukan ujicoba satelit yang memiliki kemampuan untuk mengejar satelit atau benda-benda orbital lainnya. Satelit ini bisa memperbaiki namun sekaligus bisa juga menghancurkan satelit dan benda-benda orbital musuh.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Selasa (18/11), Satelit yang diberi nama Kosmos 2499 itu diluncurkan dengan roket Briz-KM pada tanggal 25 Desember 2013,  sebagai bagian dari misi rutin pengembangan jaringan satelit komunikasi militer Rodnik.

Dalam misi-misi peluncuran satelit Rodnik sebelumnya, sebanyak 3 satelit diluncurkan ke orbit.  Namun pada peluncuran terakhir itu sebuah satelit tambahan turut diluncurkan ke orbit.

Para analis militer AS awalnya menduga obyek keempat itu hanyalah pecahan roket, namun pada tahun 2014 Rusia baru mengakui benda itu adalah satelit. Dan selama itu, para pengamat satelit melihat satelit misterius yang melakukan pergerakan-pergerakan dan perpindahan orbit.

Puncaknya terjadi tanggal 9 November lalu ketika benda itu bergerak mendekati pecahan roket yang sebelumnya meluncurkan satelit itu ke luar angkasa, Briz-KM.

Menurut pengamat satelit Robert Christy, yang telah lama mengamati pergerakan satelit itu, Kosmos 2499 kini berada pada jarak beberapa puluh meter saja dari Briz-KM yang sudah tidak aktif.

“Saya rasa misi ini adalah sebuah ujicoba, dan Anda akan mengujicobanya dengan menggunakan satelit Anda sendiri karena kalau tidak Anda akan membuat orang lain marah. Amerika tentu tidak ingin satelit Rusia berada berdekatan dengan satelitnya,” kata Christy kepada BBC News.

Christy menyebut dirinya telah memprediksi sebelumnya, satelit itu akan mendekati Briz-KM pada Agustus lalu.

Christy menyebutnya sebagai inspektor satelit, yaitu satelit yang berfungsi untuk mengamat-amati satelit lain, atau manyadap komunikasinya. Namun teknologinya bisa dikembangkan untuk melumpuhkan satelit lawan. Namun ujicoba satelit untuk keperluan semacam itu, dilarang oleh perjanjian internasional.

“Yang terpenting adalah, semua pihak mengetahui bahwa pihak lain bisa melakukan hal yang sama,” kata Christy.

Namun di sisi lain, teknologi yang sama bisa sangat bermanfaat dalam dunia per-satelita-an. Satelit semacam itu bisa melakukan perbaikan dan memperpanjang usia satelit.

Di masa lalu, teknologi semacam ini masih sangat berbahaya dan beberapa ujicoba mengalami kegagalan. Demikian Christy menyebutkan. Namun, tahun ini saja AS dan Cina telah melakukan ujicoba sejenis.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL