Malaysia Airlines plane crashes in eastern UkraineMoskow, LiputanIslam.com — Rusia menuntut penyelidikan yang se-transparan mungkin atas kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 dan diberikannya laporan rutin terkait dengan perkembangannya sesuai dengan resolusi DK PBB. Demikian laporan kantor berita RIA Novosti mengutip seorang diplomat Rusia, Sabtu (23/8).

“Penyelidikan atas penyebab bencana itu harus dilakukan di bawah pengawasan internasional, harus mencakup seluruh aspek dan tansparan bagi seluruh masyarakat dunia dan media massa,” kata pejabat tersebut.

“Kami akan terus mendesak hal ini, menuntut implementasi Resolusi DK PBB nomor 2166 yang menghendaki adanya laporan rutin dari perkembangan penyelidikan.”

Resolusi nomor 2166 ditetapkan oleh DK PBB pada bulan Juli yang memerintahkan dilakukannya penyelidikan dan menyeluruh dan adil atas tragedi MH17 dan disertai laporan rutin perkembangan penyelidikan.

Pejabat Rusia tersebut menyebut sebagian besar media massa barat telah mendapat “perintah untuk menghindarkan diri dari penyelidikan selama 2 minggu”.

“Para pejabat AS yang langsung menuduh Rusia dan pejuang Donetsk, juga bungkam. Sekutu-sekutu AS, khususnya INggris dan Australia, yang juga menjadi pihak-pihak yang pertama kali melakukan tuduhan, melakukan hal yang sama. Masyarakat internasional sampai saat ini belum melihat bukti-bukti nyata (incontestable evidence). Penjelasannya adalah karena kebenaran tidak memberikan kenyamanan bagi AS, Inggris dan Australia,” lanjut sumber tersebut kepada RIA Novosti.

Sikap pemerintah Ukraina juga tidak luput menjadi pertanyaannya.

“Ketika tirai dari beberapa pernyataan telah terbuka, para spesialis memiliki banyak pertanyaan atas tindakan pemerintah Ukraina terhadap Boeing. Ukraina masih belum mengumumkan rekaman pembicaraan antara awak pesawat dan petugas pengontrol penerbangan yang akan bisa menjelaskan mengapa pesawat itu berada di area konflik.”

Pesawat Malaysia Airlines MH17 tertembak jatuh di Ukraina timur tanggal 17 Juli lalu saat dalam penerbangan antara Amsterdam dan Kualalumpur. Dalam peristiwa ini seluruh 298 penumpang dan awaknya tewas, termasuk 193 warga Belanda, 43 warga Malaysia, dan 27 warga Australia.

Rusia sendiri, sebagaimana para analis independen, menduduh Ukraina sebagai pelaku penembakan pesawat MH17 berdasarkan fakta bahwa pesawat-pesawat tempur SU-25 Ukraina telah membuntuti pesawat MH17 sebelum pesawat itu jatuh. Fakta lainnya, berdasarkan bentuk serpihan kokpit pesawat, mengindikasikan pesawat tersebut ditembak dengan senjata anti-tank yang merupakan senjata utama pesawat SU-25.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL