pasukan ukraina2Moskow, LiputanIslam.com — Rusia menuduh Ukraina tidak mau menyelamatkan prajuritnya yang terkepung di medan perang Ukraina timur sekaligus menunjukkan bagaimana mereka tidak menghargai prajuritnya sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Utusan Khusus HAM Kemenlu Rusia Konstantin Dolgov dalam akun Twitter-nya, Minggu (31/8), sebagaimana dikutip RIA Novosti.

“Keengganan Kiev untuk menggunakan koridor kemanusiaan untuk menarik kembali pasukannya (yang terkepung) adalah tanda kesiapan nyata otoritas Ukraina untuk menyelamatkan nyawa rakyatnya sendiri,” tulis Dolgov.

Sebelumnya, pada hari Kamis (28/8) pemberontak separatis Ukraina timur mengumumkan telah mengepung sejumlah besar pasukan Ukraina di wilayah Donetsk. Sementara RIA melaporkan, sebanyak 7.000 prajurit dan ratusans tank dan senjata berat Ukraina telah terjebak dan terkepung di 3 lokasi terpisah di Provinsi Donetsk.

Tentang keberadaan pasukan yang terjebak itu silakan lihat di sini: http://liputanislam.com/berita/7-000-prajurit-ratusan-tank-dan-senjata-berat-ukraina-terkepung/

Putin telah menyerukan kepada pemberontak untuk memberikan jalur pengamanan agar pasukan yang terjebak itu bisa kembali “berkumpul dengan keluarganya”. Hal mana telah disetujui oleh pemberontak dengan syarat, pasukan itu meninggalkan persenjataan mereka.

Otoritas Ukraina tidak memberikan komentar apapun atas “tawaran” yang diberikan pemberontak melainkan perintah kepada pasukan yang terkepung itu untuk “membebaskan diri sendiri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL