spanyol di ukrainaMoskow, LiputanIslam.com — Rusia mengecam Ukraina telah melanggar gencatan senjata dengan tidak mematuhi kesepakatan penarikan senjata-senjata berat dari medan pertempuran. Kemenlu Rusia, hari Minggu (22/3), menyebut klaim Ukraina tentang penarikan senjata beratnya sebagai ‘omong kosong’.

“Kementrian luar negeri Rusia menekankan bahwa telah terjadi pelanggaran serius lainnya atas Perjanjian Minsk yang memerintahkan penarikan senjata-senjata berat dari garis pertempuran. Klaim Ukriana bahwa seluruh senjata beratnya telah ditarik, sekali lagi terbukti omong kosong,” demikian keterangan Kemenlu Rusia seperti dilansir Russia Today.

Pernyataan itu muncul setelah munculnya video yang memperlihatkan senjata-senjata berat Ukrina di wilayah pertempuran di Schyrokyne.

Rusia pun mendesak Ukraina untuk tidak ‘mempermainkan opini publik dan dengan jujur memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan Perjanjian Minsk’.

Sebelumnya Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa pemerintah Ukraina telah menarik seluruh artileri-artileri beratnya dari garis pertempuran.

Pada hari Sabtu (21/3) Menlu Rusia Sergei Lavrov juga menuduh Ukraina berusaha mengabaikan keberadaan misi pengawas OSCE (organisasi kerjasama keamanan Eropa), yang bertugas mengawasi implementasi Perjanjian Minsk.

Hal ini disampaikan terkait dengan permintaan Ukraina agar dikirimkan tim penjaga perdamaian internasional di wilayah konflik di Ukraina. Lavrov menyebut hal itu melanggar Perjanjian Minsk.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*