sergei lavrovMoskow, LiputanIslam.com — Rusia menyebut AS telah menolak delegasi yang dikirim Rusia ke AS untuk membicarakan konflik Suriah. Demikian yang dikatakan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Rabu (14/10).

Sebelumnya pada hari Selasa (13/10), Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh AS menolak bekerja sama dan berbagi informasi intelijen terkait Suriah. Putin mengatakan bahwa Rusia ingin mengirimkan perutusan pejabat tinggi yang dipimpin Perdana Menteri Dmitry Medvedev ke AS.

“Pada hari ini, kami menerima tanggapan,” kata Lavrov di Parlemen Rusia, seperti dilansir Antara, Kamis (15/10).

“Kami diberi tahu bahwa mereka tidak bisa mengirim delegasi ke Moskow dan mereka juga tidak bisa menjadi tuan rumah delegasi (Rusia) di Washington,” katanya.

Putin, yang berbicara dalam forum investasi pada Selasa, mengatakan delegasi Rusia direncanakan termasuk para pejabat militer setingkat wakil kepala staf angkatan serta para anggota dinas keamanan nasional.

“Ini adalah waktunya untuk bekerja dengan serius, di tingkat substansial, kalau kita ingin bekerja secara efektif,” kata Putin.

Putin juga menyatakan kritik tertajam yang pernah dibuatnya tentang cara Washington menangani krisis Suriah. Ia mengatakan Amerika Serikat tampaknya tidak tahu target-target yang ingin dicapainya di negara Timur Tengah itu.

Sejak bulan lalu Rusia melancarkan serangan bom di Suriah, dengan mengatakan pihaknya perlu menghantam para milisi ISIS, sebelum mereka menyeberang ke Rusia yang memiliki warga berpenduduk Muslim dalam jumlah besar.

Namun, Washington beserta sekutu-sekutunya mengecam campur tangan Rusia di perang segi banyak itu. Mereka mencurigai Moskow juga mengincar pemberontak moderat dukungan Barat dan berupaya mendukung pemerintahan Bashar al-Assad.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL