r-RUSSIA-AEROFLOT-90TH-BIRTHDAY-large570Moskow, LiputanIslam.com — Rusia menuding Ukraina melanggar konvensi internasional dan membahayakan jiwa manusia dengan melarang awak pesawat Rusia untuk keluar dan beristirahat. Sementara laporan-laporan juga menyebutkan adanya aksi-aksi perampokan  terhadap warga Rusia yang bepergian melintasi Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Rusia, Rabu (26/3), menyatakan bahwa petinggi perbatasan Ukraina tidak mengijinkan pilot dan pramugari pesawat Rusia yang mendarat di Kiev untuk keluar dari pesawat dan beristirahat. Padahal menurut hukum yang ada, pilot dan pramugari dapat keluar dari pesawat.

Kemenlu Rusia dalam statemennya menambahkan, Moskow menuntut dihentikannya sikap tak bertanggung jawab Ukraina ini tanpa syarat, sikap yang dinilai dapat membahayakan penumpang.

Sementara itu media Russia Today dalam laporannya hari Senin (24/3) melaporkan terjadinya berbagai tindakan anarki yang dilakukan kelompok-kelompok militan Ukraina terhadap warga Rusia yang melintasi Ukraina.

Dalam laporan tersebut disebutkan, pada tanggal 21 Maret, kereta api dalam perjalanan dari Moskow ke ibukota Moldova, Chisinau telah dihentikan dengan paksa di kota Vinnitsa, Ukraina tengah.

“Orang-orang berpakaian seragam masuk ke gerbong dan mulai mengecek dokumen penumpang. Orang-orang yang menunjukkan paspor Rusia kemudian dipaksa untuk menyerahkan uang dan perhiasan mereka,” tulis Russia Today mengutip pernyataan pejabat Rusia pada hari Senin (24/3).

Menurut laporan tersebut, polisi Ukraina diam menyaksikan aksi perampokan tersebut.

Kejadian serupa terjadi pada para penumpang yang bepergian dari kota Krivoy Rog ke ibukota Rusia. Di perbatasan Ukraina-Rusia, aparat bea cukai dan keamanan Ukraina merampas passport milik warga Rusia tanpa alasan jelas, dan kemudian dipaksa menyerahkan sejumlah uang sebagai tebusannya.

Sorang penumpang, Angela Piskokha, mengatakan kepada awak NTV bahwa dirinya terpaksa harus mengeluarkan 6.000 rubel ($ 166) untuk mendapatkan kembali passportnya.(ca/iribnews/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL