SUKHOY-pic4-452x302-51864Moskow, LiputanIslam.com — Masih ingat dengan pesawat Sukhoi yang jatuh di Gunung Salak tahun 2012 lalu?

Saat ini tidak ada lagi kabar tentang rencana penggunaan pesawat tersebut oleh maskapai penerbangan swasta Indonesia menyusul musibah tragis tersebut. Namun pemerintah Rusia mengumumkan akan meningkatkan produksi pesawat itu hingga 2 kali lipat.

Seperti dilaporkan oleh RIA Novosti, Senin (8/9), pemerintah akan meningkatkan produksi pesawat Sukhoi Superjet 100 dari 25 unit menjadi 50 unit per-tahun, mulai tahun 2015.

“Kami percaya bahwa sangatlah penting untuk meningkatkan produksi pesawat Sukhoi Superjet-100. Setidaknya 50 pesawat bisa diproduksi per-tahun, mulai tahun 2015,” kata Wakil Perdana Menteri (PM) Dmitry Rogozin di sela-sela pertemuan dengan PM Dmitry Medvedev, Senin (8/9).

Menurut Rogozin saat ini Rusia hanya memproduksi 25 pesawat Superjet 100 per-tahun.

Dalam rapat tersebut PM Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Rusia harus meningkatkan produksi domestik pesawat dan suku cadangnya sehubungan dengan sanksi yang diterapkan Barat.

Sejumlah perusahaan migas dan persenjataan Rusia serta perbankan Rusia diperkirakan akan terkena dampak sanksi terbaru Uni Eropa kepada Rusia yang akan ditandatangani hari Selasa (9/9). Demikian laporan The Wall Street Journal, Senin (9/9).

Sembilan perusahaan yang memproduksi peralatan militer untuk AB Rusia, termasuk Kalashnikov, Sirius dan Stankoinstrument, tidak akan lagi membeli teknologi “fungsi ganda” dan aplikasinya dari Uni Eropa.

Pada hari Jumat (5/9), sejumlah politisi Uni Eropa mengatakan bahwa Uni Eropa akan mengumumkan keputusan akhir terkait sanksi ekonomi baru terhadap Rusia.

Putaran pertama sanksi AS dan Uni Eropa terhadap Rusia ditetapkan bulan Maret, menyusul bergabungnya Krimea ke Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL