rusia tangkap ukrainaMoskow, LiputanIslam.com — Rusia menangkap 5 perwira Ukraina yang menyeberang ke Rusia dengan tuduhan kejahatan perang. Demikian para penyidik Rusia mengatakan sebagaimana dikutip kantor berita BBC.

Para perwira tersebut merupakan bagian dari ratusan anggota satuan Brigade Mekanik ke-72 Ukraina yang menyeberang ke Rusia beberapa hari lalu. Rusia menyebut tindakan mereka sebagai pembelotan, sedangkan Ukrina menyebutkan tindakan mereka disebabkan karena kehabisan amunisi dan perbekalan.

Para perwira tersebut, sebagaimana dilaporkan BBC, menolak tuduhan tersebut.

Sementara itu pada hari Jumat (8/8), Ukraina mengumumkan kehilangan 15 pasukannya dalam pertempuran sehari sebelumnya, Kamis (7/8). Selain itu sebanyak 79 prajurit lainnya mengalami luka-luka. Ini hanya berselang 2 hari setelah pada hari Selasa (5/8) Ukraina kehilangan 18 pasukannya dalam pertempuran.

Rusia dan kelompok separatis menuduh pasukan Ukraina melakukan pemboman terhadap area-area pemukiman menggunakan artileri maupun pesawat tempur untuk merebut kota-kota yang dikuasai pemberontak.

Dalam pernyataan yang dirilis di situs resmi kantor investigasi Rusia, Investigative Committee (SK) disebutkan bahwa 5 perwira Ukraina ditangkap setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 400 anggota satuan Brigade Mekanik ke-72 yang menyeberang ke Rusia hari Minggu (3/8).

Mereka menyeberang melalui pos perbatasan dekat Gukovo, Provinsi Rostov. Setelah menyerahkan senjatanya, mereka pun ditampung di dalam tenda besar yang dibuat pasukan penjaga perbatasan Rusia. Namun sebagian dari mereka dikembalikan ke Ukraina dengan kawalan pasukan Rusia.

Mereka yang ditahan adalah komandan batalyon Ivan Voitenko dan 4 perwira bawahannya Vitaliy Dubyniak, Olexander Poliakov, Olexander Ohrimenko dan Dmytro Ustylko. Mereka dituduh melakukan “tindakan-tindakan terlarang dalam perang”, termasuk menggunakan senjata berat untuk membombarbir kota Krasnopartizansk dan Krasnodon antara tanggal 19 Juli hingga 3 Agustus yang menewaskan setidaknya 10 orang dan menghancurkan rumah-rumah warga.

Mereka semua mengakui terlibat dalam serangan, namun membantah telah menyerang warga sipil. Mereka juga diperiksa atas tuduhan melakukan serangan terhadap wilayah Rusia.

Terakhir, dalam pernyataan yang ditandatangani jubir SK Vladimir Markin, para perwira itu dituduh telah “diracuni dengan nasionalisme”, demikian laporan BBC.

Bulan lalu Rusia menangkap dan mendakwa seorang pilot wanita Ukraina Nadiya Savchenko, dengan tuduhan pembunuhan terhadap 2 jurnalis Rusia.

Tim monitor dari organisasi kerjasama dan pertahanan Eropa, OSCE (organisasi yang didirikan untuk menghubungkan kepentingan Rusia dengan NATO), tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap warga sipil dalam operasi militer Ukraina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL