trump2Washington, LiputanIslam.com—Pada Kamis lalu, Presiden Barack Obama memberikan sejumlah sanksi kepada Rusia termasuk pengusiran 35 diplomat Rusia atas tuduhan mata-mata. Namun, Presiden Rusia, Vladimir Putin memutuskan untuk tidak mengusir diplomat AS sebagai balasan dan alih-alih memilih menunggu untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pemerintahan Donald Trump mendatang.

Merespon sikap Putin tersebut, Trump memuji sang presiden dengan sebutan “sangat pintar.”

“Langkah bagus [oleh V. Putin] – Saya sudah tahu bahwa dia sangat pintar!” tulis Trump di akun twitternya, Jumat (30/12/2016)

Cuitan tersebut secepatnya menjadi pembicaraan hangat di internet dan di retweet oleh Kedutaan Rusia di AS.

Sanksi Obama tersebut dibuat setelah Gedung Putih dan badan intelejen AS mengklaim bahwa Rusia melakukan peretasan dalam pemilihan presiden AS baru-baru ini.

Badan Intelijen Pusat (CIA) dilaporkan meyakini bahwa Kremlin mengintervensi pemilu 8 November untuk membantu Trump mengalahkan rivalnya, Hillary Clinton.

Pada Kamis lalu (29/12), FBI dan Departemen Keamanan Negara (DHS) memberikan penjelasan teknis tentang alat-alat yang digunakan badan militer intelijen Rusia untuk meretas, dengan nama kode Grizzly Steppe.

Langkah Obama dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia didukung oleh pejabat Partai Republik seperti Senator Lindsey Graham dan John McCain. Namun, Trump menolak sanksi itu mentah-mentah dan mengatakan bahwa sekarang adalah waktunya untuk “move on.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL