File photo of Russian soldiers marching during a military parade rehearsal in Red Square in MoscowMoskow, LiputanIslam.com — Rusia telah menahan 25 orang Ukraina yang diduga telah mempersiapkan serangan-serangan teror di bagian selatan dan tengah negara itu, kata kantor berita RIA Novosti mengutip pernyataan Dinas Keamanan Federal (Federal FSB), Kamis (3/4).

Para tahanan, yang dilaporkan sebagai anggota gerakan ultra-nasionalis, merencanakan serangan antara 14-17 Maret, demikian laporan tersebut.

Dinas layanan pers departemen keamanan negara Ukraina (SBU) membantah laporan tersebut sebagai “omong kosong”.

Pengumuman tersebut terjadi beberapa jam setelah SBU mengatakan staf FSB telah hadir di markas besar anti-pemerintah SBU selama aksi-aksi protes di Kiev.

Protes Jerman karena Samakan Moskow dengan Nazi

Di sisi lain Rusia memprotes Jerman atas pernyataan Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble yang menyamakan aneksasi Moskow atas Krimea dengan politik ekspasionis pemimpin Nazi Adolf Hitler pada masa Perang Dunia II.

“Kami menilai referensi historis palsu dari Menteri Jerman itu sebagai pernyataan yang provokatif. Perbandingan yang dia buat adalah manipulasi dangkal dari fakta-fakta sejarah,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan resmi, Kamis (3/4).

Perdebatan antara Jerman dengan Rusia tersebut menunjukkan seberapa jauh krisis Krimea teah berdampak pada hubungan kedua negara. Berlin yang merupakan kekuatan utama Uni Eropa sebelumnya adalah pihak yang mempunyai hubungan dekat Moskow.

Kanselir Jerman Angela Merkel sendiri menarik jarak dari komentar Schaeuble. Dia justru mendesak Uni Eropa untuk segera merespon aneksasi Krimea dari Ukraina yang terjadi pada bulan lalu itu.

Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Jerman, Rusia telah menyatakan protesnya kepada Duta Besar Jerman Ruediger von Fritsch saat melakukan kunjungan pertamanya di Moskow.

Pada Senin lalu, Schaeuble mengkritik argumentasi yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjustifikasi aneksasi terhadap Krimea. Putin pada saat itu mengatakan bahwa negaranya harus melindungi penduduk beretnis Rusia di Ukraina dan penyataan itulah yang membuat Schaeuble teringat dengan Hitler yang berjanji akan melindungi etnis Jerman di Sudetenland, Cekoslowakia pada 1983.

“Kita tahu semua itu dari sejarah. Metode itulah yang digunakan Hitler untuk mengambil alih Cekoslowakia,” kata sang menteri di hadapan sejumlah mahasiswa.

Hitler pada saat itu menganeksasi sebagian kecil wilayah Cekoslowakia di mana tiga juta etnis Jerman tinggal. Namun setahun setelahnya dia menginvasi seluruh negara.

Juru bicara Schaeuble membantah tuduhan bahwa sang menteri telah menyamakan Rusia dengan Hitler. Sementara Schaeuble sendiri juga merespon protes Rusia pada saat diwawancara oleh stasiun radio ARD pada Kamis.

“Saya bukan orang bodoh yang menyamakan Hitler dengan siapapun,” kata Schaeuble.

Dia menambahkan bahwa politisi Jerman hendaknya tidak melakukan perbandingan semacam itu dan berjanji akan meminta maaf jika dia melakukan kesalahan.(ca/antaranews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*