rudal strategis rusiaMoskow, LiputanIslam.com — Pejabat tinggi militer Rusia menyatakan kesiapan negaranya untuk melakukan perang nuklir dengan membalas setiap serangan nuklir terhadap negara itu.

“Jika kami harus melakukan tugas membalas serangan nuklir berkecepatan tinggi, hal ini bisa dilakukan dalam jangka waktu yang tepat,” kata Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia (SMF), Andrei Burbin kepada media Rusia, Sabtu (28/2), seperti dilansir Press TV.

Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak akan segan untuk melakukan serangan balasan jika Rusia diserang.

Tentang posisi geografis unit-unit rudal strategis Rusia, jendral tersebut mengatakan bahwa 98% rudal-rudal strategis Rusia akan menjadi senjata-senjata baru pada tahun 2020 dan mampu melindungi Rusia dari berbagai arah serangan.

Komentar tersebut disampaikan terkait dengan semakin meningkatnya kekuatan militer NATO di dekat perbatasan Rusia. Pada tahun 2014 lalu NATO bahkan telah menggelar sekitar 200 latihan militer, dan Sekjend NATO Jens Stoltenberg mengatakan latihan-latihan itu akan tetap diteruskan.

Stoltenberg baru-baru ini bahkan mengumumkan rencana pembentukan unit-unit komando dan kontrol militer di 6 negara NATO yang berdekatan dengan perbatasan Rusia. Rusia berulangkali menyatakan kecamannya atas peningkatan militer NATO di Eropa timur.

Pada bulan Desember 2014 lalu Rusia mengubah doktrin militernya dengan menempatkan NATO sebagai musuh, dari doktrin sebelumnya yang menempatkannya sebagai mitra.
Hubungan Rusia dengan NATO mengalami titik paling buruk paska terjadinya konflik Ukraina tahun 2014 lalu. NATO menuduh Rusia telah menganeksasi wilayah Krimea dan membantu separatis Ukraina timur.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*