Moskow, LiputanIslam.com–Setelah tragedi serangan gas kimia di Provinsi Idlib beberapa waktu lalu, para pemimpin dunia – termasuk yang mendanai penggulingan rezim Suriah – mengklaim bahwa tentara Suriah bertanggung jawab atas serangan itu.

Klaim tersebut masih belum terkonfirmasikan secara jelas karena tidak ada penyelidikan serius mengenai siapa yang bertanggungjawab atas serangan itu.

Namun, beberapa hari yang lalu Menteri Pertahanan Rusia melaporkan penemuan mengejutkan di kawasan Khan Sheikhoun dimana serangan gas itu terjadi.

Pada hari Rabu (5/4), Mayjen. Igor Konashenkov melaporkan bahwa sebuah gudang di dekat Khan Sheikhoun yang dihancurkan oleh tentara Suriah pada Selasa (4/4), berisi banyak senjata kimia dan peluru yang sebelumnya sering dikirim ke Irak dan berulang kali digunakan oleh militan ISIS dan ekstremis lainnya.

Dia juga melaporkan bahwa senjata-senjata tersebut digunakan oleh para pemberontak di Aleppo pada tahun 2016. Selain itu, korban serangan gas Idlib memiliki gejala yang sama dengan korban serangan di Aleppo.

Para pemberontak yang beroperasi di daerah tersebut – yang semuanya bersekutu dengan al-Nusra dan Ahrar al-Sham–telah menolak klaim Konashenkov ini. Hasan Haj Ali, komandan al-Nusra mengatakan kepada Reuters bahwa “semua warga sipil di daerah itu tahu bahwa tidak ada pos-pos militer dan pabrik-pabrik [senjata] di sana. Sejumlah besar kelompok oposisi tidak mampu memproduksi zat kimia semacam itu.”

Padahal, terbuki pada tahun 2013 bahwa kelompok-kelompok militan ini tidak hanya mampu memproduksi senjata kimia, tapi mereka telah menggunakannya berulang kali di Suriah dan Irak. PBB telah menegaskan bahwa kelompok-kelompok ini bertanggung jawab atas serangan gas sarin pada tahun 2013 di Ghouta.

Selain itu, Seymour Hersh, penulis pemenang Pulitzer Prize yang menerbitkan karyanya pada tahun 2014 “The Red Line and the Rat Line” menyatakan bahwa para pemberontak anti-Assad ini telah lama menggunakan senjata kimia. Ia mencatat, beberapa negara seperti Arab dan Turki menyuplai senjata tersebut kepada mereka. (AL/MintPress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL