DonetskMoskow, LiputanIslam.com — Rusia menyambut deklarasi kemerdekaan Krimea yang dinyatakan oleh parlemen negeri itu kemarin (11/3). Rusia menyebut langkah tersebut sebagai langkah langkah tepat yang sangat legal (absolutely lawful).

“Kementrian Luar Negeri Rusia menganggap keputusan Parlemen Krimea sepenuhnya sesuai dengan hukum,” pernyataan resmi Kemenlu Rusia di situs resminya, Selasa (11/3), menyusul pengumuman kemerdekaan Krimea kemarin.

Rusia juga menyatakan akan menghormati hasil dari referendum tgl 16 Maret mendatang yang akan menentukan apakah Krimea akan bergabung dengan Rusia. Menurutnya deklarasi tersebut akan membuat Krimea sebagai negara yang merdeka dan berdaulat dengan sistem politik republik setelah bergabung dengan Federasi Rusia.

Menurut para anggota parlemen, deklarasi kemerdekaan dan referendum merupakan 2 langkah legal yang penting yang harus dilakukan sebelum bergabung dengan Rusia.

Sementara itu parlemen Rusia (Duma) menyatakan akan mendiskusikan penggabungan Krimea dengan Rusia pada tgl 21 Maret mendatang, 5 hari setelah referendum di Krimea.

Kecam Bantuan Amerika untuk Rezim Ukraina

Di sisi lain Kemenlu Rusia mengecam langkah bantuan finansial Amerika kepada rezim di Ukraina sebagai “ilegal”. Dalam pernyataannya, Kemenlu Rusia menyebut langkah tersebut tidak sesuai legalitas karena rezim Ukraina adalah rezim yang ilegal.

“Dengan kriteria apapun, membiayai rezim ilegal yang meraih kekuasaan dengan kekuatan senjata adalah melanggar hukum dan di luar kerangka legal sistem di Amerika,” bunyi pernyataan Rusia.

Selain itu Rusia juga mengingatkan konsekuensis negatif dari dukungan Amerika tersebut berupa menguatnya elemen-elemen radikal dalam pemerintahah Ukraina.

Rusia juga menyebut proposal yang diajukan Amerika untuk menyelesaikan krisis Ukraina sebagai “tidak tepat”, karena mendasarkan pada pengakuan atas regim ilegal di Kiev.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL