bangkai mh17Moskow, LiputanIslam.com — Rusia menyebut laporan sementara kecelakaan pesawat MH17 yang dirilis otoritas kecelakaan Belanda dipenuhi banyak kejanggalan (blank spot) dan menyindirnya sebagai tidak sesuai kualifikasi “laporan internasional”.

“Sangat sulit untuk menyebutnya sebagai penyelidikan internasional yang benar. Banyak pertanyaan yang tidak dijelaskan dalam laporan itu. Terlalu banyak hal-hal yang dihilangkan,” kata Dubes Rusia untuk PBB Vitaly Churkin kepada televisi Rossiya-24, sebagaimana dilaporkan oleh Russia Today, Rabu (10/9) petang.

Sebagaimana telah dilaporkan LI, Badan Keselamatan Belanda yang menjadi ujung tombak penyelidikan kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17, hari Selasa (9/9) merilis laporan awal penyelidikan yang menyebutkan bahwa MH17 hancur di udara karena ditabrak oleh sejumlah benda berkekuatan tinggi.

Namun tidak ada penjelasan tentang benda berkekuatan tinggi itu, serta indikasi siapa yang bertanggungjawab atas musibah itu.

Rusia sendiri menuduh Ukraina sebagai pelaku penembakan MH17 berdasarkan gambar satelit yang menunjukkan adanya pesawat tempur SU-25 Ukraina yang membuntuti MH17 sebelum jatuh. Keterangan ini diperkuat oleh beberapa analis independen yang menyebutkan tembakan meriam anti-tank, senjata andalan SU-25, sebagai penyebab jatuhnya MH17.

“Laporan itu tidak banyak memberikan tambahan (informasi) tentang apa yang sudah kami ketahui. Hanya mengkonfirmasi apa yang sudah diketahui sebelumnya,” tambah Churkin.

Menurut Churkin, penyelidik dari Belanda juga mengabaikan sepenuhnya keberadaan setidaknya satu pesawat tempur Ukraina (SU-25) yang terbang di dekat MH17 sebelum jatuh pada tanggal 17 Juli lalu.

“Laporan itu menyebutkan 3 pesawat jet komersial lain yang terbang di sekitar MH17 saat kejadian, namun tidak menyinggung tentang pesawat tempur Ukrainian. Menteri Pertahanan kita mengatakan, setidaknya satu pesawat tempur berada di sana dan para saksi mata juga mengatakan melihat satu atau dua pesawat itu di udara,” kata Churkin.

“Untuk alasan-alasan tertentu bagaimana pun masalah itu telah diabaikan,” tambahnya.

Churkin juga menganggap aneh bahwa laporan itu tidak menyebutkan sama sekali Resolusi DK PBB yang memberi otoritas penyelidikan MH17.

“Resolusi ini menyebutkan dengan jelas tentang perlunya dilakukan penyelidikan internasional yang menyeluruh,” katanya lagi.

Lebih jauh Churkin menyebutkan kejanggalan lambatnya penyerahan rekaman pembicaraan antara petugas  pengawas penerbangan Ukraina dengan awak pesawat.

Sementara itu Deputi Menlu Grigory Karasin, dalam pertemuan dengan Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein, di Moscow, Selasa (9/9), kembali menyerukan penyelidikan yang transparan atas kecelakaan MH17.

Kemenlu Rusia menyebutkan, kedua pejabat itu sepakat bahwa laporan penyelidikan yang dikeluarkan otoritas Belanda sebagai “tidak lengkap”.

“Rusia mendesak transparansi yang maksimal atas komisi penyidikan internasional ini, dipenuhinya norma-norma ICAO (International Civil Aviation Organization) dan siap berpartisipasi dalam tim ini,” demikian pernyataan Kemenlu Rusia usai pertemuan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL