russian-newspapersMoskow, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani UU yang membatasi kepemilikan asing di media massa Rusia hingga maksimal hanya 20%. Kantor berita RIA Novosti melaporkan, Rabu (15/10) petang.

“Kecuali diatur oleh perjanjian internasional, sebuah entitas legal Rusia dengan kepemilikan asing lebih dari 20%…. tidak berhak untuk memiliki, mengatur atau mengontrol…. lebih dari 20% saham dari saham resmi dari entitas itu,” demikian bunyi dokumen undang-undang tersebut sebagaimana dilaporkan RIA.

Sebagai tambahan, undang-undang baru ini juga melarang warga asing, orang-orang yang tidak berkewarganegaraan atau warga negara Rusia yang berkewarganegaraan ganda, menjadi pendiri perusahaan media massa di Rusia.

“Mengijinkan warga asing untuk mengontrol media massa dapat mempengaruhi proses pembuatan keputusan-keputusan strategis, dan di sebagian kasus bisa mengancam keamanan negara sebagaimana hak-hak dan kebebasan warga negara Rusia,” kata anggota Dewan Federasi Rusia Andrei Klishas kepada RIA Novosti.

Klishas menyebutkan bahwa UU semacam itu juga berlaku di banyak negara, seperti AS yang membatasi kepemilikan asing hanya sampai 25 persen. Demikian pula Perancis, Austria, Kanada yang membatasi kepemilikan asing sampai 20 persen.

RIA menyebutkan sekitar 30 persen media massa Rusia bakal terkena aturan baru ini. Forbes, Kommersant dan Vedomosti termasuk di antaranya.

Sebelumnya Rusia mengijinkan asing memiliki hingga 50 persen saham-saham media massa Rusia.

UU baru yang mulai berlaku pada 1 Januari 2016 ini menetapkan masa transisi hingga Januari 2017 untuk memberi kesempatan media-media massa melakuian penyesuaian internal.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL