russia-claimMoskow, LiputanIslam.com — Rusia mengklaim sebuah pesawat tempur Su-25 Ukraina membuntuti pesawat Malaysia Airlines MH-17 selama beberapa saat sebelum MH-17 jatuh. Demikian laporan Russia Today, Senin (21/7).

“Kiev harus menjelaskan mengapa pesawat tempur militer itu membuntuti pesawat penumpang,” tulis Russia Today mengutip keterangan kementrian pertahanan Rusia.

Menurut laporan tersebut pesawat Su-25 yang fungsi idealnya adalah pesawat penggempur darat, membuntuti MH-17 antara 3 sampai 5 km dari pesawat itu. Demikian keterangan kepala Direktorat Operasi-Operasi Utama markas besar militer Rusia, Letjen Andrey Kartopolov dalam konperensi yang digelar di Moskow, Senin (21/7).

“Kami ingin mendapatkan penjelasan mengapa pesawat jet militer itu terbang sepanjang koridor penerbangan sipil pada saat yang hampir bersamaan dan pada ketinggian yang sama dengan pesawat sipil,” kata Kartopolov.

Menurut Kartopolov, sesuai spesifikasinya Su-25 mampu terbang pada ketinggian 10.000 meter dan dilengkapi dengan rudal udara ke udara R-60 yang mampu menembak jatuh target pada jarak hingga 12 km.”

Keberadaan pesawat Su-25 itu dibuktikan oleh gambar video yang dikeluarkan oleh pusat monitoring Rostov, kata Kartopolov.

Selain itu Kartopolov juga mengklaim bahwa sebuah satelit Amerika terbang di area kecelakaan pada saat yang bersamaan. Ia pun mendesak AS untuk mengeluarkan foto satelit dan datad-data yang dimilikinya.

Rudal BUK di Wilayah Konflik

Selain itu Kartopolov juga mengklaim bahwa lokasi jatuhnya pesawat MH-17 berada di dalam jangkauan sistem persenjataan rudal BUK Ukraina.

“Kami memiliki foto-foto satelit yang menunjukkan dimana sistem pertahanan udara Ukraina berada di wilayah tenggara negara itu,” kata Kartapolov.

Kartapolov pun menunjukkan kepada pers tiga gambar

satelit yang menunjukkan keberadaan sistem rudal BUK yang berada 8 km barat-daya kota Lugansk. Gambar yang lainnya menunjukkan persenjataan yang sama di dekat kota Donetsk.

Selain itu masih ada lagi senjata sejenis di Zaroschinskoe, 50 km sebelah selatan kota Donetsk dan 8 km sebelah selatan kota Shakhtyorsk pada tanggal 17 Juli.

Mengingat bahwa pemberontak separatis tidak memiliki pesawat tempur, menjadi pertanyaan besar mengapa Ukraina menempatkan beberapa sistem persenjataan BUK sekaligus di wilayah konflik.

Sementara itu Presiden Ukraina Petro Poroshenko pada hari yang sama mengklaim memiliki bukti kuat penyebab jatuhnya MH-17.

“Kami mengetahui dengan tepat dimana rudal itu diluncurkan, kami mengetahui dengan pasti dimana rudal itu menembak jatuh pesawa sipil itu dan dimana pesawat itu jatuh,” kata Poroshenko.

Ia pun menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan bukti-bukti tersebut ke komisi penyidik internasioal.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL