lavrov2Moskow, LiputanIslam.com — Rusia tengah mempertimbangkan untuk melakukan langkah hukum terhadap Inggris karena tuduhan palsu terkait kematian Alexander Litvinenko, warga Rusia yang meninggal karena racun di Inggris tahun 2006.

Dalam konperensi pers di Moskow, Senin (25/1), Lavrov menegaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan Inggris yang menyebut keterlibatan Presiden Vladimir Putin atas pembunuhan itu, adalah sebuah kesalahan yang ‘akan berpengaruh serius’ dalam hubungan Inggris-Rusia.

Litvinenko, seorang mantan agen KGB dan penentang Vladimir Putin meninggal karena racun polonium di London tahun 2006. Minggu lalu sebuah penyelidikan yang dipimpin Sir Robert Owen menyimpulkan bahwa Litvinenko tewas dibunuh dengan racun oleh dua orang agen rahasia Rusia, ‘kemungkinan’ atas perintah Vladimir Putin. Rusia langsung membantahnya dan menyebutnya sebagai sebuah lelucon.

“Tuduhan serius telah diarahkan kepada pemimpin Rusia tanpa bukti nyata,” kata Lavrov, seperti dilaporkan Press TV, kemarin petang (25/1).

Ia menyebutkan penyelidikan yang dilakukan itu, yang dilakukan secara tertutup serta penggunaan kata ‘kemungkinan’ tidak pernah terjadi dalam sejarah pengadilan manapun.

“Jika seseorang menyewa pengacara yang baik dan menganalisa fakta-fakta dan pernyataan para pejabat Inggris, saya rasa kita bisa mengatakan dengan jelas adanya penghinaan di sini,” kata Lavrov.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL