putin pbbNew York, LiputanIslam.com — Rusia tengah mempertimbangkan untuk melancarkan serangan udara terhadap kelompok ISIS di Suriah sebagaimana dilakukan AS dan sekutu-sekutunya.

Rencana serangan udara itu disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah ia bertemu dengan Presiden AS Barack Obama di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, demikian seperti dilaporkan BBC News, Selasa (29/9).

Namun perbedaan pandangan antara Rusia dengan negara-negara barat tentang penyelesaian konflik Suriah masih belum terselesaikan dalam Sidang Umum PBB tersebut.

Putin mengatakan bahwa mengabaikan Presiden Suriah Bashar al Assad untuk memerangi kelompok ISIS adalah sebuah ‘kesalahan besar’. Sementara pada hari Senin kemarin AS dan Perancis kembali menuntut agar Bashar al Assad turun dari jabatannya sebagai syarat penyelesaian konflik Suriah.

Tentang tuntutan itu, Putin menanggapi, “Mereka bukan warga negara Suriah jadi tidak boleh terlibat dalam penentuan pemimpin negara itu (Suriah).”

Putin mengatakan bahwa operasi udara yang dilakukan Rusia adalah atas persetujuan PBB, dan ia juga menyebutkan tidak akan melibatkan pasukan Rusia dalam opeasi darat di Suriah.

Tentang pertemuannya dengan Obama, Putin menyebutnya sebagai ‘sangat konstruktif dan jujur”.

Dalam pertemuan itu, konflik Ukraina juga menjadi pembahasan. Namun seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa keduanya tidak berusaha untuk ‘saling mengalahkan’ dan bersedia membangun jalur komunikasi untuk menghindarkan konflik militer di wilayah konflik (Suriah dan Ukraina).

BBC News menyebutkan bahwa sangat jelas dalam forum PBB tersebut, negara-negara barat tidak lagi menganggap Bashar al Assad sebagai musuh utama, melainkan ISIS. Negara-negara barat juga tidak lagi bersikukuh untuk menuntut pengunduran diri Bashar al Assad sebelum terbentuknya pemerintahan transisi.

Dalam sidang tersebut Obama mengatakan negaranya siap bekerjasama dengan negara manapun untuk menyelesaikan konflik Suriah, termasuk Iran. Hal ini tentu berbeda jauh dengan sikap AS sebelumnya yang selalu menolak keterlibatan Iran dalam penyelesaian konflik Suriah.

“Kami siap untuk bekerjasama dengan negara manapun, termasuk Rusia dan Iran, untuk menyelesaikan konflik Suriah ini,” kata Obama dalam pidato hari Senin kemarin.

“Namun kita harus mengakui bahwa setelah pertumpahan darah ini tidak boleh boleh ada kekuasaan ‘status quo pra-konflik’,” tambah Obama merujuk pada regim Bashar al Assad.

Pernyataan Obama itu dibalas oleh Putin, yang dalam pidatonya mengatakan, “adalah kesalahan besar untuk menolak bekerjasama dengan pemerintah Suriah dan pasukannya yang secara gigih melawan terorisme muka dengan muka.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL