russia-cyprus-military-eu.siMoskow, LiputanIslam.com — Rusia berhasil mempertahankan akses bagi kapal-kapal perangnya di pelabuhan Siprus setelah kedua negara memperpanjang kerjasama militer meski mendapat tantangan keras dari Uni Eropa.

Russia Today melaporkan, Jumat (27/2) bahwa perjanjian tersebut ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Siprus Nicos Anastasiades di Moskow. Kapal-kapal perang Rusia yang mendapatkan akses di pelabuhan Siprus akan difungsikan untuk memerangi terorisme dan pembajakan.

Penandatanganan ini dilakukan di tengah ketegangan antara Rusia dan Uni Eropa terkait konflik di Ukraina. Tentang hal ini Putin mengatakan bahwa perjanjian antara Rusia dan Siprus merupakan perjanjian persahabatan yang tidak ditujukan untuk merugikan siapapun.

“Saya rasa kita tidak akan mengkhawatirkan siapapun,” kata Putin.

Sementara itu dalam konperensi pers di kantor pusat kantor berita TASS, Anastasiades menekankan bahwa Rusia dan Siprus tidak melakukan perjanajian baru, melainkan hanya mempepanjang apa yang sudah pernah ada dan terkait dengan misi-misi kemanusiaan. Ia mengakui masalah ini adalah sesuatu yang cukup sensitif, namun Rusia tidak menempatkan Siprus dalam posisi yang sulit di mata Uni Eropa.

Perjanjian tersebut mencakup pula program rekonstruksi bantuan keuangan senilai €2,5 miliar oleh Rusia kepada Siprus tahun 2011 lalu.

Namun Rusia bukan satu-satunya negara yang memiliki akses kapal-kapal perang di Siprus. Negara di Laut Tengah itu juga berencana akan mengijinkan kapal-kapal perang Inggris berlabuh di negara itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL