rusia kepung ukrainaMoskow, LiputanIslam.com — Pasukan Rusia dikabarkan bergerak ke Ukraina di tengah situasi yang memanas di Ukraina paska tumbangnya pemerintahan Ukraina yang pro-Rusia oleh kudeta pengunjuk rasa pro-barat.

Berdasar keterangan saksi-saksi mata, 12 truk pengangkut pasukan, 2 ambulan dan kendaraan lapis baja Tiger, bergerak dari Sevastopol, yang merupakan basis Armada Laut Hitam Rusia, ke ibukota wilayah otonomi Krimea,  Simferopol, yang terletak beberapa puluh kilometer di utara Sevastopol.

Laporan pergerakan pasukan Rusia ini terjadi sehari setelah Gubernur Provinsi Belgorod Yevgeny Savchenko, menyatakan sekelompok pasukan bersenjata berusaha menutup jalur transportasi yang menghubungkan Moskow dengan Krimea.

“Sekelompok orang bersenjata berkumpul di area itu. Ada upaya untuk menutup jalan raya yang menghubungkan Moscow dengan Krimea. Ini sangat mengganggu,” kata Savchenko, hari Minggu (2/3).

Sementara itu hari ini (3/3) media terbesar Inggris BBC melaporkan bahwa Rusia telah memperkuat kedudukannya di Krimea, di tengah-tengah desakan negara-negara barat kepada Rusia untuk menarik pasukannya dari Ukraina.

“Ribuan pasukan Rusia tengah berupaya mengamankan wilayah itu dan berbagai laporan menyebutkan terjadinya pergerkakan kendaraan-kendaraan lapis baja dan kapal-kapal perang,” tulis BBC dalam laporannya.

BBC melaporkan pasukan Rusia telah melakukan penggalian parit-parit pertahanan di beberapa kawasan di Krimea. Pasukan-pasukan Rusia bersama-sama milisi pro-Rusia di Krimea juga telah mengepung 2 markas militer Ukraina di Krimea, memblokade pangkalan-pangkalan laut Ukraina dan menduduki pangkalan-pangkalan udara. Jalan-jalan yang menuju Krimea dari Ukraina juga telah ditutup oleh blokade.

“Ribuan pasukan elit Rusia yang baru tiba jauh melampaui kekuatan militer Ukraina yang ada di Krimea,” tulis BBC.

“Krimea secara de facto telah menjadi wilayah yang dikontrol militer Rusia meski tidak ada peluru yang ditembakkan,” tambah BBC dalam laporannya.

Di tengah aksi Rusia ini pemerintah Ukraina menyerukan dukungan internasional untuk memaksa Rusia menarik pasukannya. Selain itu mobilisasi umum secara total juga telah ditetapkan di Ukraina untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia yang secara militer jauh lebih unggul.

Namun sejauh ini janji dukungan yang diperoleh Ukraina adalah bantuan ekonomi oleh negara-negara industri G-7 serta kecaman terhadap Rusia.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan para menteri keuangan negara-negara G7 di Washington DC, hari Minggu (2/3), mereka menyatakan mengutuk kehadiran pasukan Rusia di Ukraina dan menyebutnya sebagai “pelanggaran nyata Rusia atas kedaulatan dan integritas Ukraina”.

“Kami siap untuk memberikan dukungan finansial yang kuat bagi Ukraina,” tambah pernyataan tersebut.(ca/press tv/bbc)

 

Keterangan gambar: pasukan Rusia di depan pintu gerbang markas pasukan Ukraina di Krimea yang dikepung.

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*