Moskow, LiputanIslam.com–Rusia pada Selasa (25/12) memperingatkan AS agar tidak mengintervensi hak Pangeran Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk menjadi penguasa Saudi.

Hal ini disampaikan oleh wakil PM Rusia Mikhail Bogdanov yang juga merupakan wakil Presiden Vladimir Putin di Timur Tengah. Menurutnya, AS tidak punya hak untuk menentukan nasib MBS setelah kematian Raja Salman.

“Tentu saja kami menolak intervensi. Rakyat dan pemimpin Saudi harus menentukan permasalahan itu sendiri,” ucapnya dalam sebuah wawancara di Moskow, seperti dilaporkan oleh Bloomberg.

MBS memeluk jabatan sebagai penguasa de facto Arab Saudi pada tahun lalu. Sejak saat itu, ia mendapat banyak kecaman akibat kebijakannya yang keras. Salah satunya ialah kematian jurnalis Jamal Khashoggi di mana ia diduga memerintahkan pembunuhan. Selain itu, MBS dikecam karena memimpin agresi militer terhadap Yaman yang telah menewaskan ribuan warga sipil.

Presiden AS Donald Trump diketahui enggan meminta MBS mempertanggungjawabkan tindakannya. Namun, sikap Trump ini dikritik oleh banyak pejabat Amerika. Senator terkemuka AS, Lindsey Graham, menyebut MBS “gila”, “berbahaya”, dan harus turun dari jabatannya.

Bogdanov menilai, AS tidak berhak menyerang MBS seperti itu. “Raja membuat keputusan dan saya tidak bisa membayangkan atas dasar apa Amerika ikut campur dalam masalah seperti itu dan berpikir tentang siapa yang harus memerintah Arab Saudi, sekarang atau di masa depan. Ini urusan Saudi.”

Rusia dan Arab Saudi telah menjalin hubungan erat sejak MBS menjabat. Pada saat KTT G20 di Argentina bulan lalu, Putin dan MBS terlihat saling menyapa dengan ramah ketika pemimpin negara lain mengabaikan sang pangeran.

Presiden Rusia juga dijadwalkan akan mengunjungi Riyadh pada tahun 2019 mendatang. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*