nadiyaKiev, LiputanIslam.com — Rusia menahan seorang pilot wanita Ukraina karena dituduh terlibat pembunuhan 2 wartawan Rusia. Belum jelas bagaimana Rusia bisa menahan pilot wanita tersebut sementara pemerintah Ukraina menuntut pembebasannya.

Dilaporkan oleh kantor berita Inggris BBC, Rabu (9/7), Nadiya Savchenko (33 tahun) ditangkap oleh milisi pro-Rusia di wilayah Luhansk, 19 Juni lalu. Ia diketahui kini berada di sebuah fasilitas penahanan di Rusia, namun tidak jelas bagaimana ia bisa sampai di sana. Rusia menuduh Savchenko terlibat dalam pembunuhan 2 jurnalis Rusia.

Nadiya Savchenko dilaporkan terlibat dalam pertempuran di wilayah Luhansk, Ukraina timur, sebagai anggota batalion relawan, melawan milisi separatis pro-Rusia.

Bulan lalu ia terlibat dalam aksi serangan terhadap sebuah pos penjagaan militan separatis yang mengakibatkan 2 orang jurnalis Rusia yang berada di sana terluka parah dan kemudian meninggal. Diyakini tidak lama setelah itu Nadiya diculik kelompok separatis dan kemudian diserahkan ke Rusia.

Ukraina menuduh Rusia sebagai penculik wanita itu dan menuntut pembebasannya segera. Namun Rusia menolak tuduhan itu dan mengklaim Nadiya melintasi perbatasan Rusia secara ilegal dengan menyamar sebagai pengungsi.

Kemenlu Ukraina dalam pernyataannya mengatakan, “ini adalah konfirmasi yang lebih kuat bahwa para teroris merencanakan dan melaksanakan kejahatan-kejahatannya di Ukraina bersama-sama dengan inteligen Rusia.”

“Dengan melakukan penculikan secara terbuka terhadap warga negara Ukraina di wilayahnya sendiri, pemerintah Rusia tidak hanya melanggar norma-norma internasional namun juga melanggar norma-norma dasar kepatutan dan moralitas.”(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL