Munich, LiputanIslam.com–Rusia mengatakan militan Kurdi Suriah harus memulai dialog dengan pemerintah Presiden Suriah, Bashar al-Assad ketika Amerika Serikat – yang selama ini mendukung Kurdi- sedang bersiap untuk keluar dari Suriah.

“Jika tidak lagi ada pasukan asing di timur laut Suriah, saya pikir solusi terbaik adalah memulai dialog antara Kurdi dan Damaskus,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Vershinin pada Konferensi Keamanan Munich (17/2).

Vershinin menambahkan, “Kami mendukung dialog ini antara Damaskus dan Kurdi.”

Sebagian besar militan Kurdi di Suriah utara adalah anggota Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebuah kelompok militan yang didukung AS yang membentuk tulang punggung dari apa yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF). SDF, yang telah berperang melawan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS), telah membentuk semacam pemerintahan semi-otonom di Suriah utara selama konflik tujuh tahun negara itu.

Pada bulan Desember lalu, Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba memutuskan akan menarik 2.000 tentaranya dari Suriah. Dengan angkat kakinya tentara AS, kelompok separatis Kurdi akan sendirian menghadapi tindakan militer Turki karena Ankara menganggap YPG sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki.

Militan PKK telah berperang dengan tentara Turki untuk mendirikan wilayah otonom di dalam negara Anatolia sejak 1984. Prospek konflik baru yang melibatkan Turki dan Kurdi kini semakin membesar sementara wilayah ISIS juga semakin menyusut.

“Kurdi adalah bagian dari populasi Suriah,” kata Vershinin lebih lanjut. “Kami tahu tentang masalah antara Damaskus dan Kurdi tapi saya pikir ada solusi melalui dialog.”

Di tempat yang sama di Munich, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengulangi tuduhan negaranya terhadap YPG, menyebutnya sebagai “kelompok teroris.”

“Perhatian utama kami sebelum dan sesudah penarikan pasukan AS adalah keselamatan dan keamanan perbatasan kami dan orang-orang kami,” kata Akar (17/2).

Kurdi Suriah pada Januari lalu telah menunjukkan keinginan untuk bekerja sama dengan Damaskus. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*