russia foreign ministerMoskow, LiputanIslam.com — Akhirnya penyidik kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH17 merilis laporannya di Gilze Rijen, Belanda, Selasa (13/10). Namun laporan itu dianggap belum tidak jelas dan bersifat propaganda.

Sebagaimana dilansir Russia Today, Rabu (14/10), selain fakta bahwa pesawat MH17 jatuh akibat tembakan rudal BUK buatan Rusia, tidak disebutkan siapa yang menembakkan rudal tersebut mengingat rudal itu juga dimiliki oleh militer Ukraina dan sejumlah negara lainnya.

Pesawat MH17 jatuh di wilayah konflik Ukraina timur pada bulan Juli 2014 dalam penerbangan antara Amsterdam – Kualalumpur. Seluruh 298 penumpang dan awak pesawat tewas dalam musibah ini.

Pemerintah AS menyambut positif laporan tersebut, menyebutnya sebagai ‘memvalidasi’ teori AS bahwa pesawat tersebut ditembak oleh pemberontak dukungan Rusia. Sebaliknya Rusia menyebut laporan itu ‘membingungkan’ dan ‘propaganda yang menimbulkan kesalahan persepsi publik’.

Laporan itu ‘di satu sisi membingungkan, dan di sisi lain untuk menciptkan opini publik yang diharapkan, yang secara efektif bisa disebut sebagai propaganda,” kata Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova kepada pers di MOskow, Selasa (13/10).

Zakharova mengingatkan kembali bagaimana AS, hanya beberapa jam setelah terjadinya musibah tersebut langsung menuduh pemberontak Ukraina dukungan Rusia sebagai penanggungjawabnya, meski belum diadakan penyelidikan.

Dalam keterangan pers hari Selasa, Jubir Kemenlu AS Mark Toner mengatakan laporan tersebut mengkonfirmasi keyakinan AS bahwa MH17 ditembak jatuh oleh pemberontak Ukraina timur.

“Karena laporan itu menyebutkan bahwa MH17 jatuh oleh tembakan rudal BUK dari wilayah yang dikuasai separatis Ukraina, dan kami telah mengatakan hal itu sejak pertama kali,” kata Toner ketika ditanya alasan tuduhan tersebut.

Sementara, menurut Russia Today, laporan yang dirilis. Laporan itu hanya menyebutkan penembakan dilakukan dari area seluas 320 km persegi di Ukraina timur. Laporan itu juga menyebutkan ledakan rudal BUK terjadi di sebelah kiri atas kokpit pesawat Boeing 777 MH17.

Laporan itu juga mengecam otoritas penerbangan Ukraina yang gagal mengidentifikasi wilayah-wilayah udara yang berbahaya untuk dilalui penerbangan sipil.

Analis politik Daniel Patrick, kepada Russia Today, mengecam laporan tersebut yang tidak mempertimbangkan bukti yang diberikan oleh Rusia berupa gambar satelit yang menunjukkan keberadaan pesawat tempur Ukraina di dekat MH17 saat kecelakaan itu terjadi.

Zakharova juga mengingatkan bahwa pemerintah Ukraina menolak permintaan Rusia untuk membuka data percakapan pilot dengan menara pengawas penerbangan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL