instruktur as di ukrainaMoskow, LiputanIslam.com — Rusia mengecam pengiriman instruktur militer AS, Inggris dan Kanada ke Ukraina dan menyebutkan sebagai upaya sengaja untuk menggagalkan Perjanjian Perdamaian Misk.

“Ini menimbulkan pertanyaan, apakah mereka (AS, Inggris Kanada) mengetahui apa yang kita bicarakan? Merekalah kelompok-kelompok milisi ultra-nasionalis Ukraina, yang mengenakan simbol-simbol Nazi dan mengotori diri sendiri dengan darah anak-anak, wanita dan orang tua selama serangan di Donbass (Ukraina timur),” demikian pernyataan jubir Kemenlu Rusia, Lukashevich, seperti dilansir Russia Today, Jumat petang.

“Apa yang akan diajarkan para instruktur asing itu kepada Ukraina? Untuk membunuhi mereka yang berbahasa Rusia?” tambahnya.

Rusia menuduh langkah AS tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian damai yang telah dicapai di Minsk tanggal 12 Februari lalu, yang ditandatangani oleh pihak-pihak yang bertikai dan disaksikan oleh para pemimpin Ukraina, Rusia, Jerman dan Perancis.

Dalam perjanjian itu, Lukashevich menegaskan, semua pihak harus menarik semua pasukan asing, peralatan militer, dan tentara bayaran dari wilayah Ukraina di bawah pengawasan organisasi kerjasama keamanan Eropa, OSCE.

“Alih-alih, sepasukan lintas udara AS mendarat di dekat Lvov untuk menetap di sana dalam waktu yang lama.”

“Pemerintahan Obama, di satu sisi mengatakan mendukung penyelesaian damai krisis Ukraina, namun dalam kenyataannya melakukan hal-hal yang merusak perjanjian damai Minsk,” tambah Lukashevich.

Lebih jauh ia juga menuduh bahwa Washington berusaha mengalihkan keterlibatan AS dalam konflik Ukraina dengan menuduh Rusia mengirimkan pasukannya ke Donbass, meski tuduhan itu tidak disertai bukti konkrit.

“Adalah sangat jelas bahwa pasukan-pasukan AS itu tidak akan membawa perdamaian di negeri Ukraina,” katanya lagi.

Pada hari Jumat (17/4), pasukan lintas udara US 173rd Airborne Brigade yang berbasis di Vincenza, Italia, mendarat di Ukraine barat untuk memberikan pelatihan kepada pasukan Ukraina. Sekitar 290 pasukan AS terlibat dalam program latihan jangka panjang bagi para prajurit Ukraina. Demikian pernyataan Mendagri Ukraina Arsen Avakov dalam status yang ditulisnya di akun resminya di ‘Facebook’.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL