Moskow, LiputanIslam.com – Ketua Majelis Tinggi Komite Pertahanan dan Keamanan Rusia, Viktor Ozerov, menyatakan bahwa Rusia tidak punya rencana untuk terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Amerika Serikat di Suriah.

“Rusia tidak berniat terlibat dalam konflik bersenjata dengan Amerika Serikat yang ada [di Suriah], tugas kita di sana hanya untuk mendukung pasukan militer Suriah dalam perjuangan mereka melawan teroris. Ini adalah tugas yang dimandatkan kepada kita,” ucap Ozerov, seperti yang dikutip oleh RIA Novosti.

Komentar itu muncul beberapa hari setelah dua kapal AS menembakkan 59 rudal Tomahawk di Pangkalan Udara Shayrat. Menurut pejabat Suriah, sedikitnya lima orang tewas dalam serangan itu, diantaranya yaitu dua orang tentara dan tiga warga sipil.

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa 23 rudal AS telah menghancurkan gudang senjata, tempat pelatihan militer, kantin, enam pesawat MiG-23 di hangar, dan sebuah stasiun radar.

Serangan yang diperintahkan secara pribadi oleh Presiden Donald Trump itu membuat Rusia menangguhkan memorandum keselamatan penerbangan di Suriah dengan Amerika Serikat.

Kepada Parliamentary Assembly of the Council of Europe (PACE) dan Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE), Kongres Rusia melaporkan serangan ke Pangkalan Udara Shayrat sebagai sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Mereka juga meminta AS berhenti menggunaan kekuatan militer untuk campur tangan urusan internal negara berdaulat. (AL/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL