Moskow, LiputanIslam.com–Sejumlah negara dunia mulai memprioritaskan transaksi internasional dengan mata uang lokal dan meninggalkan mata uang Amerika (USD).

Hal ini diakibatkan banyaknya negara yang dijatuhi sanksi ekonomi oleh AS, seperti Iran, Rusia, Turki. Sanksi terhadap Turki telah menyebabkan mata uang negara itu anjlok hingga lebih dari 20 persen dari dolar AS.

Pada Selasa (14/8/18) kemarin, menlu Rusia Sergei Lavrov dan menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa mereka akan memakai mata uang lokal sendiri, bukan dolar AS, untuk transaksi bilateral.

“Tidak hanya dengan Turki dan Iran, kami juga mengatur dan sudah mengimplementasikan pembayaran dengan mata uang nasional dengan Republik Rakyat Cina,” papar Lavrov.

Iran dan Turki sudah menggunakan mata yang nasional pasca perjanjian bersama pada Oktober lalu, sebuah perjanjian yang sama dilakukan antara Iran dan India.

Menurut Lavrov, menegaskan perkataan Presiden Rusia Vladimir Putin, ia percaya bahwa “penyalahgunaan peran dolar AS sebagai cadangan mata uang global akan berakibat melemahnya dan matinya peran itu seiring waktu.”

Selain Rusia, Nigeria juga mulai menggunakan mata uang yuan Cina sebagai alat transaksi alternatif di samping dolar AS. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*