London, LiputanIslam.com–Keengganan Inggris untuk membocorkan informasi tentang kasus peracunan eks mata-mata Sergei Skripal menunjukkan bahwa Inggris sebenarnya berada di balik pembunuhan itu. Demikian kata duta besar Rusia untuk Inggris, pada Minggu (1/4/18).

Peracunan pada tanggal 4 Maret lalu atas Sergei Skripal dan anak perempuannya di Salisbury telah menciptakan konflik diplomatik terburuk antara London dan Moskow selama bertahun-tahun.

Inggris pun menuduh pemerintah Rusia menggunakan agen militer untuk membunuh sang eks mata-mata.

“Kami punya kecurigaan yang serius bahwa provokasi ini dilakukan oleh intelijen Inggris,” kata dubes Rusia, Alexander Yakovenko.

Dia mencatat, meski Rusia tidak punya bukti langsung atas kecurigaan ini, namun perilaku Inggris merupakan bukti tidak langsung bahwa bahwa merekalah pelaku kejadian ini.

Sebelumnya, menurut Yakovenko, Inggris juga telah menyembunyikan detil-detil informasi investigasi tentang kematian sejumlah tokoh-tokoh tinggi yang punya hubungan dengan Rusia.

Contohnya, hasil investigasi kematian mantan pejabat intelijen Rusia, Aleksandr Litvinenko, pengusaha Georgia, Badri Patarkatsishvili, pengusaha Rusia, Boris Berezovsky, dan Aleksandr Perepilichny.

Yakovenko menambahkan, Inggris telah mendapatkan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang dari kasus peracunan ini. Keuntungan jangka pendeknya adalah pemerintah Theresa May dapat mengesampingkan kegagalan dalam negosiasi dengan UE.

Keuntungan jangka panjangnya adalah bahwa London berhasil menghasut konfrontasi antara Barat dan Rusia. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL