obama rokokMoskow, LiputanIslam.com — Rusia menggunakan Presiden AS Barrack Obama sebagai model kampanye anti-rokok, untuk menakut-nakuti perokok sekaligus memberikan pukulan ‘jab’ kepada AS. Demikian seperti dilaporkan Press TV, Kamis (18/2).

“Rokok membunuh lebih banyak orang daripada Obama, meski ia (Obama)  telah membunuh banyak orang. Jangan merokok, jangan seperti Obama,” demikian bunyi iklan kampanye di atas poster yang menunjukkan gambar Obama tengah merokok, yang beredar di Rusia.

Obama sendiri, seperti pengakuannya sendiri, adalah seorang perokok. Meski ia mengklaim telah berhenti merokok sejak tahun 2010, atau dua tahun setelah terpilih sebagai Presiden AS, ia mengaku beberapa kali merokok di Gedung Putih.

Namun tidak semua politisi Rusia mendukung iklan tersebut. Anggota parlemen Dmitry Gudkov mengatakan di akun Facebook bahwa dirinya ‘jijik dan malu’ dengan iklan tersebut. Demikian tulis Press TV.

Alexander Lyakhovich, seorang peneliti kesehatan masyarakat dari Sechenov Moscow Medical Academy, menyalahkan maraknya iklan rokok serta banyaknya promosi rokok di film-film dan program-program televisi, sebagai penyebab tingginya angka perokok di Rusia.

Organisasi kesehatan dunia WHO menetapkan Rusia sebagai negara dengan tingkat perokok dewasa terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk dewasa 44 juta jiwa, 40% di antaranya adalah perokok. Akibatnya angka kematian di Rusia adalah yang tertinggi di antara negara-negara bekas Uni Sovyet. Iklan tersebut di atas termasuk salah satu strategi untuk menurunkan tingkat perokok di Rusia.

Diperkirakan antara 400.000 hingga 500.000 warga Rusia meninggal dunia karena penyakit yang terkait dengan rokok. Jumlah itu mencapai 17 persen dari angka kematian tahunan di Rusia, tulis Press TV.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL