poland-us-sikorski-russia.siMoskow, LiputanIslam.com — Rusia menyatakan kegembiraannya atas insiden bocornya rekaman pembicaraan Menlu Polandia Radoslaw Sikorski, yang menyebut hubungan Polandia dengan AS sebagai “hubungan seks yang tidak patut”. Rusia menyebut pernyataan Menlu Polandia itu sebagai “kesadaran politik”.

“Esensi dari pernyataan Sikorski mengindikasikan kesadaran politiknya,” demikian pernyataan Kemenlu Rusia sebagaimana dikutip oleh kantor berita RIA Novosti dan dipulikasikan oleh Russia Today, Senin petang (23/6).

Menurut pernyataan tersebut, sikap Sikorski merupakan reaksi atas sikap dan pernyataan yang keras dan kasar dari Victoria Nuland, Asisten Menlu AS, tentang Uni Eropa.

Dalam sebuah rekaman yang bocor ke publik, Sikorsi mengatakan bahwa hubungan Polandia dengan AS sebagai “tidak berharga” dan bahkan “merugikan”, karena hanya menciptakan keamanan palsu bagi Polandia.

Percakapan tersebut terjadi antara Sikorski dengan Jacek Rostowski, seorang anggota parlemen dan mantan menteri keuangan Polandia.

“Kita akan terlibat konflik dengan Rusia dan Jerman, dan kita berfikir seolah semuanya baik-baik saja karena kita memberikan Amerika “blowjob”,” kata Sikorski dalam rekaman itu.

Lebih lanjut Sikorski menyebut bangsa Polandia sebagai “pecundang” dalam hubungannya dengan AS. Kalimat “omong kosong total” juga terjadi berulangkali dalam percakapan itu.

Pada bulan Februari lalu sebuah rekaman percakapan telepon yang bocor antara Victoria Nuland dan Dubes AS di Ukraina mengungkapkan pembicaraan kotor yang dilakukan Nuland, yang menyebut Uni Eropa sebagai “brengsek”. Rekaman itu kontan mengundang kritik tajam para pejabat Uni Eropa terhadap AS.

Rekaman pembicaraan Sikorsi tersebut sangat mengagetkan warga Polandia karena selama ini ia dikenal sebagai pendukung kuat AS dan sangat anti-Rusia. Pada awal Juni lalu ia bahkan menawarkan AS untuk membangun pangkalan militer di Polandia terkait dengan adanya konflik di Ukraina.

Baru-baru ini AS mengirimkan belasan pesawat F-16 bersama 300 awak udara ke Polandia untuk memperkuat pangkalan udara yang sudah ada. Namun itu masih permulaan saja karena Barack Obama berjanji menambah investasi keamanan senilai $1 miliar untuk meningkatkan kehadiran militer AS di Eropa timur.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, menanggapi bocornya rekaman itu mengatakan bahwa kabinet Polandia tidak akan pecah karena insiden itu. Sebaliknya ia menuduh pembocoran rekaman itu sebagai upaya untuk mendestabilisasi Polandia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL