Russian-paratroopers-near-the-border-with-UkraineMoskow, LiputanIslam.com — Rusia menggelar pasukan khusus terjun payung di Rusia barat dekat dengan perbatasan Ukraina. Sementara itu pesawat-pesawat tempur Inggris mengusir pesawat pembom strategis Rusia yang mendekati wilayah Inggris, menjadikan situasi keamanan di Eropa semakin serius.

Seperti dilansir Reuters dengan mengutip kantor berita Rusia Interfax, Menhan Rusia hari Senin (16/2) melakukan inspeksi terhadap unit-unit pasukan khusus terjun payung di Rusia barat. Pasukan itu adalah bagian dari pasukan yang akan berpartisipasi dalam latihan perang, yang telah digelar Rusia beberapa kali selama terjadinya krisis di Ukraina.

Interfax tidak menyebutkan berapa banyak jumlah pasukan khusus tersebut, namun pakar militer menyebut kehadiran pasukan khusus tersebut mengindikasikan Rusia telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan harus melakukan intervensi cepat di Ukraina.

“Pasukan-pasukan khusus seperti pasukan terjun payung (paratroopers) dan marinir biasanya menjadi pasukan pertama yang akan dikerahkan dalam sebuah konflik militer. Lebih terlatih dan bersenjata lebih baik, mereka menjadi kekuatan tempur paling baik,” tulis analis militer thetruthseeker.co.uk.

Pesawat Tempur Inggris Usir Pembom Rusia
Sementara itu hari Rabu (18/2) pesawat-pesawat tempur Inggris mengejar dan mengusir pergi pesawat pembom strategis Rusia yang mendekati wilayah Inggris di Selat Channel di pantai Cornwall, demikian Kemenhan Inggris mengatakan.

Hal itu mengundang kecaman para pemimpin Inggris terhadap Rusia. Menhan Michael Fallon menyebut tindakan Rusia itu sebagai “bahaya yang nyata”.

“Saya rasa hal ini menunjukkan bahwa pesawat-pesawat tempur kita, pilot-pilot kita dan sistem-sitem kita, berhasil melindungi Rakyat Inggris,” kata PM David Cameron.

“Saya percaya Rusia melakukan ini dengan tujuan tertentu,” tambahnya.

Analis militer dan politik Inggris, Ross Hawkins, mengatakan kepada BBC bahwa hal ini menunjukkan bahwa Rusia tengah berusaha menunjukkan kekuatannya. Hal yang sama telah dilakukan Rusia di Inggir beberapa waktu lalu, juga di beberapa negara NATO lainnya.

Perkembangan ini terjadi setelah ditandatanganinya gencatan senjata konflik Ukraina di Minsk, pekan lalu. Pada saat yang sama, pasukan Ukraina menarik diri dari kota strategis Debaltseve yang telah dikepung pemberontak selama beberapa minggu terakhir.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL