putin sisiMoskow, LiputanIslam.com — Dukungan kuat ditunjukkan Rusia atas pencalonan Jendral Al Sisi sebagai kandidat presiden Mesir mendatang. Tidak hanya berupa bantuan persenjataan, namun pernyataan langsung Presiden Vladimir Putin kepada Al Sisi.

“Saya tahu bahwa Anda telah memutuskan untuk maju sebagai calon presiden Mesir. Itu adalah keputusan yang sangat bertanggungjawab. Saya atas nama pribadi dan rakyat Rusia berdoa semoga Anda berhasil,” kata Putin kepada Al Sisi dalam pertemuan keduanya yang disiarkan langsung televisi Rusia di kediaman resmi Putin, Kamis (13/2).

Kedatangan Al Sisi ke Rusia bersama Menlu Nabil Fahmy, Rabu (12/2) adalah untuk melakukan negosiasi pembelian peralatan senjata Rusia senilai $2 miliar sebagai pengganti senjata-senjata Amerika. Kunjungan tersebut merupalan balasan atas kunjungan Menlu Rusia Sergei Lavrov bersama Menhan Sergei Shoigu ke Kairo November lalu.

Kunjungan-kunjungan tersebut, ditambah dukungan Putin terhadap pencalonan Al Sisi, menjadi babak baru hubungan kedua negara yang stagnan paska tumbangnya komunisme di Rusia.

Sampai saat ini Al Sisi belum membuat pernyataan tentang pencalonannya, namun para pengamat sepakat bahwa ia adalah kandidat yang paling kuat. Pemilu presiden Mesir akan dilaksanakan tahun ini.

Para pejabat kedua negara tidak memberikan informasi detil atas perundingan pembelian senjata tersebut di atas. Namun semuannya menyebutkan bahwa kedua pihak serius untuk mempercepat kesepakatan.

Menhan Rusia Shoigu menegaskan bahwa Rusia sangat berkepentingan dengan Mesir yang stabil dan kuat.

Direktur BUMN senjata Rusia, Sergei Chemezov pada bulan November lalu menyebutkan bahwa “beberapa kontrak telah ditandatangani Mesir untuk pembelian sistem pertahanan udara”. Sementara pejabat Rusia lainnya menyebutkan bahwa kesepakatan antara kedua negara mencakup nilai yang lebih besar dari $2 miliar, dan kemungkinan akan dibiayai oleh Saudi Arabia.

Rusia (dahulu Uni Sovyet) merupakan penyuplai senjata utama Mesir antara tahun 1960-1970-an. Namun hubungan kedua negara menurun tajam setelah Mesir menandatangani perjanjian Camp David dan menjalin hubungan erat dengan Amerika. Namun, setelah terjadinya kudeta terhadap Presiden Mohammad Moersi Juli 2013 lalu, Amerika membekukan bantuan militernyat kepada Mesir.

Selain memberikan dukungan pada pencalonan Al Sisi, Rusia juga mendukung sikap keras Al Sisi kepada Ikhwanul Muslimin dengan dukungannya terhadap konstitusi baru yang diusulkan rezim Al Sisi.

“Kami tidak bisa lain selain mengucapkan selamat bagi konstitusi baru Mesir. Kami melihat upaya-upaya Anda untuk menciptakan stabilitas sebagai efektif,” kata Menhan Rusia kepada Al Sisi.(ca/press tv/AFP/Al-Akhbar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL