putin-sco-dushanbe-summit2.siDushanbe, LiputanIslam.com — Presiden Rusia Vladimir Putin akan mendiskusikan krisis Ukraina dengan sekutu-sekutunya yang tergabung dalam organisasi Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tajikistan. Demikian laporan Russia Today, hari ini (11/9).

KTT SCO akan digelar selama 2 hari, Kamis (11/9) hingga Jumat (12/9). Diharapkan, di akhir pertemuan akan ditandatangani Deklarasi Dushanbe yang menjadi sikap dasar negara-negara anggota SCO atas krisis di Ukraina.

“Kami telah menyarankan kepada mitra-mitra kami formula yang baik dan seimbang yang mencakup semua perkembangan terbaru dan implementasi rencana perdamaian Presiden Putin. Formula ini tidak akan melanggar kepentingan negara manapun, melainkan menyampaikan fakta-fakta,” demikian pernyataan otoritas Tajikisan tentang rancangan Deklarasi Dushanbe.

Shanghai Cooperation Organization menyatukan 2 negara kuat Rusia dan Cina bersama-sama beberapa negara bekas Uni Sovyet yang menjadi mitra ekonomi dan keamanan Rusia, Kazakhstan, Tajikistan, Uzbekistan dan Kyrgyzstan. Negara “pemain” regional India dan Iran juga menjadi pemegang status “peninjau” dalam organisasi itu, satu jenjang sebelum menjadi negara anggota penuh.

Keseluruhan negara anggota penuh SCO mewakili 1,45 miliar penduduk dunia, atau 1/4 dari total penduduk dunia.

Saat ini SCO tengah mempertimbangkan permohonan Irand an Pakistan untuk menjadi anggota penuh SCO dalam waktu dekat, namun India kemungkinan juga akan bersama-sama masuk menjadi anggota baru. Demikian laporan media Rusia RBC, mengutip pernyataan seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya.

Meski anggaran dasar SCO melarang keanggotaan negara yang terkena sanksi PBB, Iran kemungkinan akan diterima dengan baik. Dalam pertemuan ini pun Presiden Iran Hassan Rouhani, diperkirakan akan datang ke Dushanbe.

Pertemuan di Tajikisan ini ditujukan untuk meningkatkan hubungan antar anggota serta meningkatkan pengaruh kelompok ini dalam pergaulan internasional.

“Ketidakstabilan ekonomi dunia yang masih ada dan potensi terjadinya kembali manifestasi-manifestasi krisis, mengharuskan dilakukannya intensifikasi kerjasama ekonomi,” tulis Menlu Rusian Sergey Lavrov dalam artikel di Rossiiskaya Gazeta, Rabu (10/9).

Menurut Lavrov, keamanan regional juga akan menjadi prioritas utama SCO, termasuk kerjasama anti-terorisme, extremisme dan khususnya perdagangan obat terlarang dari Afghanistan pada saat situasi di negara itu semakin memburuk.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL