UN security council votes to expand sanctions on IranNew York, LiputanIslam.com — Rusia dan Cina memboikot pembahasan draft rancangan resolusi DK PBB terbaru tentang Suriah di mabes PBB New York, Senin (10/2). Keduanya menganggap hal itu hanya akan meningkatkan ketegangan di Suriah.

Dalam draft resolusi yang dirancang bersama oleh Australia, Jordania, dan Luxemburg tersebut disebutkan adanya sanksi-sanksi keras terhadap Suriah jika pemerintah tidak memberikan kebebasan akses terhadap bantuan kemanusiaan.

Dubes Rusia untuk PBB Vitaly Churkin telah mengatakan negaranya akan memveto resolusi tersebut jika tetap diajukan ke sidang DK PBB.

“Teks dalam draft resolusi tidak memberikan dampak positif bagi situasi yang ada. Itu hanya akan menciptakan kekacauan dalam upaya-upaya pemberian bantuan kemanusiaan,” kata Churkin.

Churkin menyebut resolusi tersebut membahayakan pembicaraan Genewa yang tengah digelar di Swiss.

Perundingan Genewa II
Sementara itu pada hari Senin (10/2) delegasi pemerintah Suriah dan oposisi kembali bertemu dalam ronde kedua perundingan Genewa II. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari perundingan putaran pertama yang berakhir tanpa hasil nyata.

Sebelumnya, pada hari Jumat lalu (7/2) Deputi Menlu Suriah Faisal al-Miqdad menyatakan bahwa delegasi pemerintah meminta perundingan harus mendiskusikan “artikel demi artikel” dari kesepakatan (Communique) dalam perundingan Genewa I yang ditandatangani pada tgl 30 Juni 2012.

Pemerintah menuduh delegasi oposisi sebagai penyebab kegagalan dalam perundingan putaran pertama yang berkukuh pada tuntutan pengunduran diri Presiden Bashar al Assad dan pembentukan pemerintahan transisi. Delegasi pemerintah dengan tegas menolak tuntutan tersebut dengan menyebutkan bahwa rakyat Suriah-lah yang berhak menentukan siapa presiden mereka.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL