A freight car loaded with self-propelled howitzers is seen at a railway station in Kamensk-Shakhtinsky, Rostov region, near the border with UkraineMoskow, LiputanIslam.com — Kementrian Pertahanan Rusia berencana untuk membentuk pasukan cadangan baru yang beranggotakan “sukarelawan berpengalaman” yang dapat dimobilisasi setiap saat.

Sebagaimana laporan RIA Novosti, Senin (13/10), anggota-anggota pasukan ini akan mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan kemiliteran sembari tetap aktif pada pekerjaan sehari-hari mereka.

“Anggota-anggota pasukan ini, sementara tetap bekerja di perusahaan-perusahaan mereka, secara rutin akan mengikuti pelatihan militer dan mendapatkan sejumlah pembayaran bulanan sebagai tentara cadangan,” kata Wakil Ketua Komisi Pertahanan Parlemen Rusia, Franz Klintsevich, kepada koran Izvestia. Namun tidak ada keterangan tentang jumlah pasukan yang akan dibentuk itu.

Para anggota pasukan cadangan itu setiap saat siap untuk dikerahkan ke tempat tertentu untuk mendapatkan senjata dan tugas spesifik dalam unit militer yang dibentuk kemudian.

Untuk mengantisipasi pembentukan pasukan ini, parlemen dan pemerintah tengah menyiapkan undang-undang militer baru. Demikian Izvestia melaporkan.

Pengamat militer Kolonel (Purn) Victor Litovkin, menyebutkan bahwa pasukan baru ini kan membantu militer Rusia dalam kesiapan tinggi pada setiap saat.

“Yang paling penting, jika konflik muncul, anggota pasukan cadangan ini tidak menjadi sasaran empuk dan dapat melakukan tugas militer,” kata kata Litovkin.

Menurut Litovkin, kandidat ideal anggota pasukan cadangan tersebut adalah pensiunan tentara.

Di sisi lain, Rusia mentargetkan untuk memiliki sekitar 1 juta pasukan aktif pada tahun 2020, yang siap tempur dalam formasi brigade-brigade yang mudah dimobilisasi. Presiden Vladimir Putin dikabarkan telah menyiapkan anggaran senilai $755 miliar sampai sepuluh tahun mendatang untuk mempersiapkan organisasi militer tersebut.

Dengan program ini setidaknya 70% dari tentara Rusia telah dilengkapi dengan persenjataan dan perlengkapan paling canggih.

17.000 Pasukan Ditarik dari Perbatasan Ukraina

Sementara itu kantor berita Reuters, hari Minggu (12/10), melaporkan bahwa Presiden Rusia telah memerintahkan penarikan ribuan pasukan dari perbatasan Ukraina.

“Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan penarikan pasukan Rusia ke basis permanen mereka setelah latihan militer di wilayah Rostov, dekat perbatasan Ukraina, Kremlin menyebutkan, sebagai tanda dari penurunan ketegangan sebelum digelarnya pertemuan penting minggu depan,” tulis Reuters.

Putin dijadwalkan akan bertemu Presiden Ukraina Petro Poroshenko di Milan, minggu depan.

“Kementrian Pertahanan telah melaporkan kepada Komandan Tertinggi (Presiden Putin) tentang selesainya latihan perang di distrik selatan. Setelah laporan itu, Putin memerintahkan agar pasukan-pasukan dikembalikan ke pangkalan permanen mereka. Secara keseluruhan sebanyak 17.600 anggota militer terlibat dalam latihan di wilayah Rostov,” tulis Reuters, mengutip pernyataan resmi pemerintah Rusia.

Sementara RIA Novosti, mengutip keterangan pejabat pertahanan Rusia melaporkan bahwa penarikan pasukan itu telah dilakukan.

Bulan lalau NATO menuduh Rusia telah menempatkan ribuan pasukan dan ratusan tank di perbatasan Ukraina untuk mendukung para pemberontak Ukraina. Rusia membantah tuduhan itu, namun mengingatkan bahwa Rusia berhak untuk membela warga Ukraina berbahasa Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL