Moskow, LiputanIslam.com–Rusia menuduh AS telah mengutus terlalu banyak mata-mata di negara mereka dan menolak bekerjasama dalam isu-isu diplomatik.

“Ada terlalu banyak anggota CIA dan unit mata-mata Pentagon yang bekerja di bawah atap misi diplomatik Amerika yang aktivitasnya sama sekali tidak berhubungan dengan status mereka,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Jumat (14/7/17), seperti dilansir oleh TASS.

Zakharova juga mengatakan bahwa pemerintah Rusia berencana mengusir sejumlah pejabat AS yang bekerja di Moskow.

“Jumlah pejabat di kedutaan AS di Moskow melebihi jumlah pejabat kami yang bekerja di Washington. Jadi, opsinya adalah, jika tidak mengusir diplomat AS, kami akan menambah pejabat kami,” katanya.

Peringatan ini merupakan respon dari langkah AS dalam mengusir 35 diplomat Rusia di  Washington pada tahun lalu.

Namun, AS menjustifikasi langkah tersebut karena adanya dugaan intervensi Rusia di pemilu mereka, meski pemerintah Rusia telah menolak tuduhan tersebut.

Jika isu ini tidak juga diselesaikan, Zakharova mengatakan Rusia akan memaksa melakukan “langkah pembalasan.”

“Semuanya tergantung reaksi dari pihak AS, aksi konkret mereka, dan hasil dari konsultasi yang akan dilakukan di Washington,” tambahnya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, juga menyatakan bahwa Rusia menolak gagasan untuk menghubungkan perselisihan ini dengan isu-isu politik lainnya.

Selain itu, Senator Rusia, Konstantin Kosachev, mengkritik pendekatan “sinis” yang dilakukan AS terhadap langkah diplomasi dan dialog bersama.

“Bahkan dengan mengisyaratkan kemungkinan kerja sama antar negara kita malah dilihat oleh AS sebagai bunuh diri politik,” katanya. (ra/mintpressnews)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL