A female member of the NATO KFOR Joint Enterprise for Kosovo force speaks with another member during a farewell ceremony in Vrhnika's military barracksMoskow, LiputanIslam.com — Rusia mengeluarkan ancaman terhadap adanya wacana penggabungan Ukraina dengan blok militer NATO. Ancaman tersebut dikeluarkan terkait dengan keterlibatan Ukraina dalam beberapa rencana latihan militer NATO.

Kementrian Luar Negeri Rusia, hari Selasa (1/4) mengingatkan Ukraina bahwa upaya-upaya yang dilakukan Ukraina untuk mendekatkan diri dengan NATO telah menimbulkan ketegangan antara Rusia dengan Rusia, sebagaimana juga ketegangan antara Rusia dengan NATO.

“Upaya-upaya yang dilakukan di masa lalu telah membuat terputusnya hubungan politik antara Rusia dengan Ukraina, masalah bagi NATO dan Rusia, dan perpecahan di antara rakyat Ukraina,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Kemenlu Rusia kemarin.

Rusia menginginkan adanya ketetapan tentang netralitas Ukriana dalam konstitusinya demi mencegahnya bergabung dengan NATO.

Sementara itu parlemen Ukraina telah menyetujui beberapa latihan militer dengan NATO, termasuk 2 latihan militer bersama Amerika pertengahan tahun ini. Ukraina juga merencanakan latihan perang dengan Polandia sebagamana juga dengan Moldova dan Rumania.

Semua ini terjadi saat menlu-menlu NATO berkumpul di Brussels dalam pertemuan 2 hari untuk membahas tentang hubungan mereka dengan Rusia. Mereka juga berusaha mencari solusi bagi peningkatan kekuatan negara-negara Eropa Timur, termasuk Ukraine, meski negara terakhir ini tidak termasuk anggota NATO.

Hubungan antara Rusia dengan negara-negara NATO memanas setelah bergabungnya Krimea, yang sebelumnya adalah bagian dari Ukraina, dengan Rusia, melalui proses referendum tgl 16 Maret lalu.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*