gazpromMoskow, LiputanIslam.com — Perusahaan migas raksasa Rusia Gazprom mengancam akan menghentikan pasokan gas alam ke Ukraina jika negara itu tidak segera membayar tagihan yang tertunggak.

Seperti dilansir kantor berita Iran Press TV, Alexei Miller, CEO perusahaan milik pemerintah Gazprom, mengatakan, Selasa (24/2), bahwa Ukraina belum membayarkan tagihan untuk pengiriman bulan Maret, dan tanpa pembayaran itu Rusia akan menghentikan pengiriman.

“Ukraina belum melakukan pembayaran tepat waktu. Sampai hari ini hanya ada 219 juta meter kubik gas yang dibayar. Perlu waktu 2 hari bagi Ukraina untuk melakukan pembayaran ke Gazprom,” kata Miller.

Miller mengingatkan bahwa penutupan suplai gas ke Ukraina akan berpengaruh buruk bagi pengiriman gas ke seluruh Eropa yang melalui Ukraina. Rusia adalah penyedia 50% gas Ukraina dan 30% gas Eropa.

Miller menambahkan bahwa permintaan Ukraina bagi pengiriman 114 juta meter kubik gas dalam waktu 2 hari akan dihentikan jika Gazprom tidak menerima pembayaran dalam 2 hari.

Di sisi lain perusahaan migas Ukraina Naftogaz sebelumnya menuduh Gazprom gagal mengirimkan gas yang telah dibayar di muka sebesar 114 juta meter kubik dan baru mengirimkan 47 juta meter kubik.

Tuduhan ini muncul setelah Gazprom pada tanggal 19 Februari lalu mengumumkan mulainya pengiriman gas secara langsung ke wilayah-wilayah Ukraina timur yang diduduki separatis dukungan Rusia. Langkah Gazprom ini dilakukan setelah pemerintah Ukraina menghentikan pengiriman gas ke wilayah tersebut dengan dalih kerusakan jaringan pipa akibat perang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL